detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 17:53 WIB

Tiga Nenek di Medan Jadi Korban Hipnotis, Uang Ratusan Juta Raib

Budi Warsito - detikNews
Tiga Nenek di Medan Jadi Korban Hipnotis, Uang Ratusan Juta Raib Ilustrasi hipnotis (Foto: iStock)
Medan - Tiga nenek di Medan, Sumatera Utara, menjadi korban hipnotis. Dari tiga nenek tersebut, pelaku hipnotis berhasil menggasak uang hingga ratusan juta.

Tiga nenek yang menjadi korban hipnotis berinisial AS (73), TG (69) dan RS (69). Aksi kejahatan tersebut terjadi dalam rentang waktu Januari, Maret dan Juli 2019.

"Mereka datang membuat laporan pengaduan ke kita. Terkait dengan laporan yang mereka ke polisi. Ada tiga orang korban, tapi yang bisa hadir dua orang," ujar anggota Pusat Bantuan Hukum (PBH) DPC Peradi Medan, Rumintan Naibaho saat jumpa pers di Medan, Jumat (2/8/2019).


Nenek korban hipnotis mengadu ke Peradi DPC Medan.Nenek korban hipnotis mengadu ke Peradi DPC Medan. (Foto: Budi Warsito/detikcom)


AS merupakan korban yang paling banyak kehilangan uang dengan Rp 325 juta. Pelakunya berjumlah empat orang, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan.

Modusnya yakni bertukar uang dollar. Misalnya AS yang awalnya dibawa ke dua bank oleh pelaku. Di bank pertama, AS menarik tabungan Rp 40 juta dan deposito Rp 210 juta, di bank kedua menarik uang sebesar Rp 75 juta.

"Pelaku mendatangi korban saat tengah sendiri. Kemudian korban diajak untuk masuk ke mobil. Mereka mengimingi korban dengan tukar uang dollar," jelasnya.




Rumintan, sebagai pihak yang menerima aduan, memastikan akan menindaklanjuti aduan tersebut. Dia akan menanyakan langsung ke pihak kepolisian terkait perkembangan laporan korban.

"Sebagai penerima pengaduan, akan kita tindak lanjuti kepada pihak kepolisian. Baik di Polsek Sunggal maupun di Polrestabes Medan. Kita akan menanyakan tindak lanjut dari laporan korban persoalan hipnotis. Apalagi laporannya ada yang sudah cukup lama pada 2018," terang Rumintan.

"Jadi kita mau dengar dan mengetahui dari pihak kepolisian kira-kira apa kendalanya. Supaya kita sama-sama memberikan masukkan. Jadi biar jangan salah paham, kita dan polisi kan mitra," imbuhnya.
(zak/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com