detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 13:13 WIB

47.278 Peserta BPJS Kesehatan di Bali Dinonaktifkan

Aditya Mardiastuti - detikNews
47.278 Peserta BPJS Kesehatan di Bali Dinonaktifkan Foto: detik
Denpasar - Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan 5.227.852 jiwa yang terdaftar dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sudah meninggal atau datanya tak valid. Untuk di Bali ada 47.278 PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan.

Data tersebut didapat dari Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2019 tentang Penonaktifan dan Perubahan Data Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019 Tahap Keenam. Dari data tersebut hanya ada 1.474 peserta pengganti.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota bahwa pertama kami imbau agar faskes tetap melayani pasien sambil diinformasikan kepada pasien kalau dia sudah tidak terdaftar PBI, agar mengurus kembali," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya kepada wartawan di Denpasar, Bali, Jumat (2/8/2019).



Suarjaya meminta tenaga fasilitas kesehatan (faskes) tetap melayani para peserta PBI BPJS Kesehatan yang telah dinonaktifkan. Dia menyebut pelayanan di fasilitas kesehatan bagi para peserta yang baru saja dinonaktifkan menjadi tanggungan fasilitas kesehatan.

"Iya apa boleh buat ya. Faskes kan ada misi sosial juga, pemerintah atau swasta harus melayani tidak menolak," jelasnya.

Suarjaya pun meminta para peserta untuk segera mengurus PBI BPJS Kesehatan. Dia menyarankan para peserta miskin di Pulau Dewata segera mengeceknya ke Dinas Sosial dan mendaftarkan Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS).

"Ini tanpa pemberitahuan dan mendadak sekali, tapi kita juga sudah komunikasikan ke layanan kalau dia datang tetap dilayani jadi tanggungan faskes jangan ditolak, sambil dia urus BPJS kalau dia kerja minta pemberi kerjanya. Kalau dia miskin tidak mampu Bali kan JKN-KBS daftar sebagai PBI daerah kalau masih ada anggaran daerahnya kan gitu," sarannya.



Sebelumnya diberitakan, sebanyak 5.227.852 jiwa yang terdaftar dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dinonaktifkan mulai hari ini. Hal tersebut dilakukan karena Kementerian Sosial menemukan adanya data kependudukan yang tak valid hingga peserta yang sudah meninggal dunia.

"Kami ingin membantu melengkapi penjelasan yang berkembang terkait konferensi pers di BPJS kemarin. Bahwa memang betul salah satu tugas Kementerian Sosial adalah melakukan penetapan hasil verivali (verifikasi dan validasi data). Jadi sudah ke-6 Menteri Sosial menyempurnakan pemutakhiran data-data PBI. Pada surat keputusan ke-6 itu, terdapat sebanyak 5.227.852 jiwa terhitung 1 Agustus 2019 dilakukan perubahan terhadap data-data PBI," terang Kepala Biro Humas Kemensos Sonny Manalu, di kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (1/8).
(ams/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed