detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 12:31 WIB

Kepala BNPB soal Karhutla Riau: Kalau Perlu, Pejabat Daerah Tidur di Lapangan

Tim detikcom - detikNews
Kepala BNPB soal Karhutla Riau: Kalau Perlu, Pejabat Daerah Tidur di Lapangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo (Foto: dok. Humas UGM)
Pekanbaru - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyoroti peran pejabat daerah di Riau dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, pejabat harus mau turun ke lapangan.

"Harus ada kemauan keras dari pejabat daerah untuk turun ke masyarakat. Kalau perlu, tidur di lapangan," kata Doni Monardo seperti dilansir Antara, Jumat (2/8/2019)

Hal itu disampaikan Doni dalam rapat evaluasi penanganan karhutla Riau di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Hadir pada rapat tersebut Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edwar Sanger, dan unsur dari TNI-Polri yang tergabung di dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau.



Doni Monardo menegaskan urusan karhutla yang sudah bertahun-tahun terjadi di Riau bukan urusan pemerintah pusat semata. Ia mengatakan BNPB sudah mengerahkan sampai 18 pesawat untuk membantu penanganan karhutla di provinsi-provinsi yang rawan.

Ia meminta kepala daerah lebih rajin turun ke desa-desa rawan karhutla untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi agar masyarakat meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan membakar hutan. Sebabnya, pencegahan dan pemadaman karhutla menjadi sebuah keniscayaan apabila tidak ada kemauan kepala daerah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar lahan.

Doni Monardo berharap bencana kabut asap akibat karhutla pada 2015 tidak terulang lagi tahun ini karena menimbulkan kerugian tidak sedikit, dan asap sampai terkirim ke negara tetangga.

"Kalau (gambut) sudah terbakar, pemadaman sangat sulit. Bukan karena kita tidak mampu, tapi sangat sulit untuk memadamkannya," ujarnya.



Doni mengatakan upaya Satgas Karhutla Riau sejauh ini masih di jalur yang sudah direncanakan. Ia mengatakan kehadirannya di Riau saat ini bukan untuk mengambil alih komando Satgas Karhutla Riau, melainkan untuk memberi semangat agar upaya pencegahan dan pemadaman bisa optimal.

Ia mengatakan BNPB siap memberikan dukungan apabila Satgas Riau perlu tambahan personel, dengan catatan penanganan di tingkat daerah harus dilaksanakan secara lebih serius.

"Belum perlu kita turunkan pasukan, kita lihat perkembangan. Harusnya, tanpa campur tangan pemerintah pusat, urusan kebakaran hutan dan lahan gambut ini bisa diatasi. Pasukan masih mengandalkan TNI organik lokal," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, berdasarkan perhitungan Satgas Karhutla Riau, luas kebakaran mencapai lebih dari 4.300 hektare dengan jumlah titik panas 250 titik sejak Januari 2019. Sekadar informasi, data Satgas berbeda dengan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menggunakan satelit, bahwa luas karhutla di Riau sudah lebih dari 27 ribu hektare.



Pemprov Riau sudah menetapkan berstatus siaga darurat karhutla sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019. Syamsuar mengatakan kebakaran kini banyak terjadi di Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), dan Indragiri Hulu (Inhu).

"Kita concern pemadaman ke Pelalawan, Inhil, dan Inhu, yang terdapat perkembangan titik api baru," katanya.

Akibat kabut asap, lanjutnya, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sejak Januari mencapai 7.269 orang. Ia mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dampak asap dengan membagikan 16 ribu masker medis kepada masyarakat di Pekanbaru dan sekitarnya.

"Paling banyak di Pelalawan mencapai 14.400 masker," kata Syamsuar, yang juga menjabat Komandan Satgas Karhutla Riau.

Ia menilai ada pergeseran pola lokasi karhutla di Riau tahun ini dibandingkan sebelumnya, yang biasanya banyak terjadi di daerah pesisir. Kebakaran besar kali ini terjadi di Kabupaten Pelalawan, yang dinilainya agak kurang wajar.

"Ini mungkin ada oknum yang arahnya ke sana (membakar) seperti di daerah Pangkalan Kuras dan Langgam. Ini harus dicermati ada tren yang berbeda, perlu dicari bersama agar akar masalahnya bisa dicari bersama dan kalau bisa temukan pelaku pembakar lahannya," kata Syamsuar.


Selain Riau, Jambi Juga Diserbu Asap:

[Gambas:Video 20detik]




(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com