Soal Rencana Rekrut Rektor Asing, Rektor IPB Bicara Kesiapan Kampus

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 18:05 WIB
Foto: Rektor IPB Arif Satria (Dok IPB)
Jakarta - Rektor IPB University Arif Satria menyebut prinsip keterbukaan global, termasuk soal rektor asing, memang biasa diterapkan perguruan tinggi kelas dunia. Hal itu menanggapi usulan dari Menristekdikti M Nasir soal rencana 'impor' rektor agar perguruan tinggi di Indonesia masuk peringkat 100 dunia.

"Bagi saya, international mobility (termasuk dosen dan rektor asing) suatu hal yang biasa saja di era globalisasi seperti sekarang ini. Perguruan tinggi kelas dunia memang menerapkan prinsip keterbukaan tersebut," kata Arif saat dihubungi, Kamis (1/8/2019).


Namun demikian, menurut Arif, ada yang menarik dari iklim perguruan tinggi di Indonesia, termasuk soal birokrasi dan kematangan dari sisi akademik. Karena itulah, Arif mengatakan rekrutmen rektor asing akan lebih mudah diterapkan untuk perguruan tinggi baru atau yang sudah matang institusinya.

"Untuk memimpin perguruan tinggi dengan ekosistem yang belum ideal, kultur birokrasi kampus, serta kematangan akademik yang belum sempurna seperti di Indonesia tidak mudah. Bahkan mungkin butuh waktu lebih lama untuk mempelajari sistem dan beradaptasi," ujar Arif.

"Karena itu, proses rekrutmen rektor asing akan lebih mudah untuk perguruan tinggi baru yang sedang dalam proses membangun sistem. Atau, bisa juga untuk perguruan tinggi yang sudah sangat matang institusinya," lanjut dia.


Menurut Arif, rektor asing tidak akan datang sendirian, melainkan membawa 'gerbong' untuk memperkuat tim kerjanya. Arif mengatakan kesiapan perguruan tinggi juga harus diperhatikan dalam perekrutan rektor asing ini.

"Dan yang penting para dosen yang dipimpin juga rela, sehingga suasana yang tercipta akan kondusif," tuturnya.


Sebelumnya, Menristekdikti mewacanakan akan merekrut rektor asing memimpin perguruan tinggi di Indonesia agar bisa menembus peringkat 100 besar dunia. Nasir menyebut sudah ada lampu hijau dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait usulan tersebut.

"Beliau setuju, tergantung bagaimana saya siapkan, kalau persiapan tidak bagus ya mungkin kita pending atau bagaimana," kata Nasir usai acara pengambilan sumpah dokter baru ke 227 di Undip, Semarang, Kamis (1/8).

Sejumlah negara disebut Nasir sudah mempercayakan pimpinan kampus ke rektor dari luar negeri dan hal itu terbukti mendongkrak peringkat akademik Universitas yang dipimpin di tingkat dunia. Nasir pun berharap peringkat Indonesia juga melonjak dengan mengadopsi cara tersebut.



Simak Juga 'Soal Impor Rektor Asing, Moeldoko: Agar Indonesia Berkompetisi':

[Gambas:Video 20detik]

(azr/gbr)