detikNews
Kamis 01 Agustus 2019, 13:09 WIB

Era Disrupsi, ITL Trisakti Dorong SDM Berkualitas Lewat Vokasi

Uji Sukma Medianti - detikNews
Era Disrupsi, ITL Trisakti Dorong SDM Berkualitas Lewat Vokasi Foto: Uji Sukma Medianti/detikcom
Jakarta - Menghadapi era disrupsi, bisnis transportasi dan logistik pun ikut berubah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh stakeholder baik dari pemerintah, pelaku usaha juga akademisi.

Lewat seminar yang bertajuk Global Research on Sustainable Transport and Logistics (GRoSTLog) 2019, Institut Transportasi Logistik (ITL) Trisakti bersiap untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berbasis vokasi di tengah tantangan era disrupsi transportasi dan logistik.

Sekretaris Yayasan Trisakti Haris Fabillah yang berbicara menggantikan Ketua Yayasan Trisakti Bimo Prakoso mengatakan, era disrupsi adalah tentang personalisasi, keamanan, layanan tanpa gangguan serta interoperabilitas.

"Dalam industri penerbangan misalnya, dua kegiatan inti mereka yakni operasional dan penjualan kini sedang menghadapi disrupsi," jelasnya di ITL Trisakti, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian yang cepat di bisnis maskapai. Dia menilai bisnis maskapai penerbangan adalah bisnis yang unik karena diatur dan melibatkan intervensi regulasi pemerintah, teknisi dan market. Peran ketiganya sangat penting bagi keberlangsungan bisnis.

"Kami sangat percaya bahwa disrupsi teknologi era secara signifikan memengaruhi model bisnis maskapai dan memberikan efek yang memberi energi pada bisnis tidak hanya untuk peningkatan efisiensi jangka pendek," jelasnya.

Di sisi lain, pihak akademisi juga harus menciptakan tenaga kerja yang siap pakai dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Apalagi, untuk mencetak SDM berbasis vokasi yang siap bekerja di bidang transportasi dan logistik.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan Gede Pasek Suardika menuturkan tantangan logistik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2045 adalah menurunkan biaya dari 23% menjadi 8%.

"Ini tidak mudah dan sangat besar. Perlu strategi yang sangat serius dari transportasi laut. Dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim," terangnya dalam kesempatan yang sama.


Dalam hal ini, kata Suardika, ITL sudah inline untuk mencetak insan-insan yang mampu mendukung tantangan logistik Indonesia ke depannya.

"Kami berharap ITL (Trisakti) bisa menjadi penjuru sektor kemaritiman untuk mendukung juga dari teknologi. Karena upaya untuk mencapai 8% (target biaya logistik) itu harus di-create dari SDM yang berbudaya kemaritiman juga. Jadi harus link and match dengan industri, butuh SDM yang qualified dan siap kerja," tuturnya.

Adapun, dalam kegiatan GRoSTLog 2019, ITL Trisakti mengusung tema 'Managing Growth in a Disruptive Enviroment in Aviation Industry'. Bukan hanya mengundang pihak pemerintah saja, acara ini juga menghadirkan pembicara dari PT Dirgantara Indonesia, serta pakar dan peneliti dari Belgia, Cina, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Seminar ini juga diharapkan mampu membantu pemerintah dalam melakukan analisis-analisis serta dapat memberi masukkan saat hendak membuat kebijakan.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com