Pemprov Riau Sediakan Rp 62 M untuk THR Guru
Rabu, 19 Okt 2005 21:00 WIB
Pekanbaru - Kaum Oemar Bakrie di Riau boleh bersorak riang. Lebaran ini mereka tidak perlu risau lagi. Soalnya Pemerintah Provinsi Riau telah menganggarkan dana APBD-nya sebesar Rp 62 miliar untuk jatah Tunjangan Hari Raya (THR) bagi kaum guru. Kepala Seksi Bidang Kesra, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Isa Anshari mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Rabu (19/10/2005) di Pekanbaru. Menurutnya, dana anggaran kesejahteraan guru ini disalurkan Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Riau. Dana Rp 62 miliar itu akan segera dibagikan menjelang dekat lebaran Idul Fitri nanti. Dana ini merupakan anggaran rutin yang masuk dalam APBD Riau untuk kesejahteraan para kaum guru ini. Pemberian bantuan kesejahtraan guru ini diperuntukkan bagi 89.012 orang guru."Anggaran dana itu tidak hanya untuk kalangan guru PNS. Tapi dana itu kita bagikan juga kepada guru honor atau dan penjaga sekolah, bidang administrasi dan tata usaha di seluruh Provinsi Riau. Tapi sebenarnya uang ini bukan bagian dari THR, tapi bantuan kesejahteraan yang dibayar dalam setahun sekali," kata Isa.Dia menjelaskan, dana Rp 62 miliar itu akan dibagikan untuk guru PNS atau CPNS se-Riau sebanyak 33.727 tenaga pengajar. Masing-masing guru berstatus pegawai negeri ini akan menerima bantuan kesejahteraan sebesar Rp 1 juta/orang.Untuk guru honor, baik yang diangkat dari pemerintah pusat maupun tenaga honor dari Pemda berjumlah 50.947 orang. Masing-masing guru non PNS ini menerima bantuan Rp 500 ribu per orang.Dari data yang ada di Diknas Riau, jumlah tenaga pengawas sekolah di seluruh Riau sebanyak 837 orang. Masing-masing tenaga pengawas sekolah ini akan menerima bantuan Rp 1 juta per orang. Sedangkan bidang administrasi tata usaha dan penjaga sekolah yang berjumlah 3.501 se-Riau akan mendapat bantuan sebesar Rp 750 ribu per orang. "Dalam pembagian dana bantuan ini tidak ada pungutan atau pemotongan apa pun yang dikenakan. Bila masih ada oknum-oknum yang memotong dana ini, silahkan laporkan pada kami atau Dinas Pendidikan terdekat," kata Isa.
(atq/)











































