Kapolsek Grogol, Sukoharjo Dicopot

Gagal Antisipasi Sweeping

Kapolsek Grogol, Sukoharjo Dicopot

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2005 19:44 WIB
Solo - AKP Zaenal Arifin dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Grogol, Sukoharjo, Rabu (19/10/2005). Dia dinilai gagal mengamankan daerahnya dari tindakan liar, yaitu sweeping oleh kelompok yang tidak berhak melakukannya. Sweeping berujung perusakan itu dilakukan sekelompok pemuda terhadapsebuah tempat hiburan.Serah terima jabatan dilakukan di Mapolwil Surakarta yang dipimpin oleh Wakapolwil Surakarta, AKBP Wanto Sumadi. Zaenal selanjutnya akan ditempatkan sebagai perwira non-job di Polwil Surakarta. Sedangkan penggantinya adalah AKP Yuliantara yang sebelumnya menjabat Kapolsek Weru, Sukoharjo.Kepada wartawan, Wanto membantah mutasi itu terkait dengan aksi perusakan sebuah tempat hiburan di Grogol oleh sekelompok massa pada Senin malam lalu. Menurut dia, mutasi tersebut merupakan mutasi yang telah biasa terjadi dalam mekanisme kerja di tubuh Polri.Namun sehari sebelumnya Kapolwil Surakarta, Kombes (Pol) Abdul Madjid menegaskan akan memberhentikan Zaenal dari jabatannya karena dinilai telah kecolongan dalam melakukan antisipasi aksi massa sehingga terjadi tindak perusakan oleh kelompok tertentu terhadap sebuah tempat hiburan.Sedangkan Zaenal seusai upacara sertijab mengaku menerima pemberhentian tersebut dan siap menjalani tugas dimana pun ditempatkan. Dia juga mengatakan bahwa saat aksi perusakan itu terjadi dia berada di lokasi namun memang tidak berusaha mendekat atau menghentikan karean dilarang oleh seorang perwira seniornya.Untuk diketahui, Senin malam lalu, sekelompok pemuda yang menyebut dirinya sebagai koalisi umat Islam Surakarta mendatangi sebuah tempat hiburan karaoke diGrogol, Sukoharjo. Dengan dalih untuk menghormati bulan puasa mereka melarang penjualan minuman keras.Mereka merusak etalase tempat hiburan itu lalu mengeluarkan seluruh minuman beralkohol yang disimpan di tempat hiburan itu. Setelah itu mereka menghancurkan seluruh botol minuman yang mereka dapatkan itu.Sepanjang aksi mereka, baik dari daerah hukum Kota Solo maupun setelah di Sukoharjo, mereka mendapat pengawalan dari para anggota polisi yang berpakaianpreman. Namun hingga terjadi perusakan itu, tidak ada inisiatif dari petugas untuk melerai atau menghentikan.Aksi tersebut mendapat perhatian luas. Bahkan Kapolda Jateng, Irjen (Pol) Chaerul Rasjid telah memerintahkan untuk menangkap pelaku perusakan. Namun demikian hingga pencopotan Kapolsek Grogol hari ini tidak ada satupun pelaku perusakan yang dipanggil untuk dimintai keteranga, apalagi ditangkap. (asy/)


Berita Terkait