Diduga Terkait Bom Bali II, Polisi Tangkap 5 Orang di Sulut
Rabu, 19 Okt 2005 17:22 WIB
Denpasar - Polres Tomohon, Sulawesi Utara menangkap 5 orang yang diduga terkait dengan peristiwa bom Bali II. Namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif, 3 orang di antaranya tidak terkait bom Bali II, sehingga telah dilepaskan. Sementara 2 orang lainnya masih diperiksa intensif oleh Polda Sulut.Penangkapan terhadap 5 orang tersebut dilakukan pada Jumat (14/10/2005) di wilayah Tomohon. Dari 5 orang itu, polisi mencurigai 2 orang berinisial CR (26) dan SB (24). Kedua pemuda asal Jember, Jawa Timur itu pernah ke Bali beberapa waktu lalu.Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko membenarkan adanya penangkapan 5 orang tersebut. Hanya, Soenarko menolak menjelaskan secara rinci mengenai penahanan terhadap 2 orang yang diduga terlibat dalam aksi teror di Bali."Sampai sekarang masih dilakukan pendalaman. Tunggu saja hasil pemeriksaan," kata Soenarko kepada wartawan di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (19/10/2005).CR yang disebut-sebut bernama Chairul Anwar untuk sementara diperiksa karena kepemilikan KTP lebih dari satu. Menurut Soenarko, CR saat ini mempunyai KTP Gorontalo, Jember dan Bogor.Sumber di kepolisian menyebutkan, CR yang berprofesi sebagai pedagang bakso mempunyai wajah mirip dengan pelaku bom di Raja's Bar & Restaurant, Kuta Square. Ia ditangkap saat berdagang di belakang kantor polisi Tomohon."Polisi mendapat gambar pelaku. Setelah diamati, kok mirip dengan penjual bakso di belakang kantor polisi," ungkap sumber tersebut.Sementara 3 orang lainnya, yakni AG, IN, dan DY dilepaskan polisi pada 15 Oktober. Hasil pemeriksaan, mereka bertiga tidak terkait bom Bali. Ketiganya segera dikembalikan ke kampung halaman mereka di Desa Tando, Mapanget, Manado.
(jon/)











































