8 Sekolah Semarang Tolak Dana BOS
Rabu, 19 Okt 2005 16:07 WIB
Semarang - Siapa bilang banyak orang atau institusi rebutan dana kompensasi BBM? Di Semarang, 8 sekolah justru menolak dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Top!"Ya, ada berbagai alasan kenapa mereka menolaknya. Salah satunya, mereka takut keuangan yayasan diobok-obok. Biar nggak repot, katanya," kata Kasubdin Perencanaan dan Program Diknas Kota Semarang Muriadi ketika ditemui di kantornya, Jl DR Wahidin, Rabu (19/10/2005).Alasan lain, menurut Mulriadi, siswa yang diterima tergolong mampu secara ekonomi, sekolah tidak ingin terbebani masalah administrasi, dan sekolah sudah memberikan beasiswa kepada siswanya."Mereka mengirim surat ke sini dan menyatakan tidak akan menerima dana itu. Tapi sampai sekarang, dana yang sudah terlanjur kami kirim, belum dikembalikan," kata Mulriadi terang-terangan.Ke-8 sekolah yang menolak dana kompensasi BBM di bidang pendidikan di antaranya, SD Regina Pacis, SD YSKI 1 - 2 -3, dan SD/SMP Karang Turi. Perwakilan sekolah sudah diundang untuk menyelesaikan persoalan pengembalian dana.Mulriadi menyebutkan, total dana BOS baik untuk SD-SMU se-Kota Semarang berjumlah Rp 30,6 miliar. Pemerintah menyertakan petunjuk pelaksanaan, mulai dari penggunaan sampai pelaporan. Dana tersebut juga boleh ditolak oleh pihak sekolah.Jika ditolak, lanjutnya, dana tersebut akan kembali ke rekening Diknas Provinsi sebagai penyalur. Selanjutnya dana tersebut akan dikembalikan ke kas negara atau disalurkan ke sekolah lainnya.Mengenai penyaluran, Mulriadi menyatakan hampir semua dana sudah tersalurkan. "Kalau tidak salah, hanya ada dua sekolah yang belum dapat. Itu pun karena persoalan administrasi belaka. Rekening mereka belum dilaporkan," ungkapnya.
(nrl/)











































