Bestari Jawab Anies: Saya Tidak Serang Gubernur, Hanya Mengingatkan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 10:59 WIB
Bestari Barus (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Ketua Fraksi NasDem DKI, Bestari Barus, merasa tak menyerang siapa pun seperti yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia hanya mengingatkan masalah sampah di Jakarta.

"Pertama, bahwa tidak ada niatan kami yang berangkat itu (ke Surabaya) menyerang gubernur. Apalagi serang Pak Anies sebagai pribadi, tidak ada sama sekali, mungkin Pak Gubernur dapat masukan salah dari orang di sekelilingnya," ucap Bestari saat dihubungi, Rabu (31/7/2019).



Bestari pun tidak merasa menyinggung gubernur-gubernur Jakarta sebelum Anies. Dia hanya menyebut Jakarta sedang darurat sampah.

"Saya kalau dibilang menyerang gubernur yang lalu, tidak juga. Saya nggak serang gubernur. Saya mengingatkan kepada Pemda DKI, kami ingatkan, ini kita sudah dekati darurat sampah dengan mundurnya pelaksanaan dari penyelesaian ITF (Intermediate Treatment Facility)," ucap Bestari.

Soal menyebut-nyebut gubernur, Bestari mengartikan gubernur adalah pemimpin tertinggi di provinsi. Gubernur adalah orang yang bertanggung jawab atas masalah sampah di Jakarta.

"Adakah kemudian gubernur yang lalu itu kemudian andil? Saya kira gubernur itu satu kelembagaan yang berkesinambungan. Apakah kita pertanyakan ini kepada camat atau lurah, nggak mungkin, kan harus gubernur," kata Bestari.



Bestari bercerita soal kunjungan dia ke Surabaya bersama rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta. Rombongan membawa isu soal penanganan sampah di Jakarta.

"Justru kedatangan kita ke sana menyukseskan, mendukung Pak Anies persiapan menuju.... Saya bisa katakan bahwa apa yang kami dengar, menuju darurat sampah tahun 2022, di mana ITF kita baru bisa selesai satu. Sampahnya 2.200 (ton per hari), yang sampahnya bisa tampung. Sisanya 5.500 (ton) itu ke mana? (TPA) Bantargebang tutup, itu yang menjadi pikiran kami, jadi nggak ada menyerang Pak Gubernur," ucap Anies.

Sebelumnya, Anies Baswedan merasa kritik soal sampah oleh Fraksi NasDem hingga meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) ke Jakarta salah alamat. Kritik-kritik itu adalah serangan yang seharusnya ditujukan untuk gubernur-gubernur sebelumnya.

"Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta yang dia ikut tanggung jawab kemarin. Jadi beliau suka lupa, maunya menyerang gubernur sekarang, lupa ini menyerang gubernur-gubernur sebelumnya tuh," ucap Anies di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).



Anies merasa diwarisi masalah sampah dari gubernur sebelumnya. Dia sedang berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

"Beliau, Bapak Bestari itu menceritakan pengolahan sampah selama ini. Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas, tidak ada pengelolaan ITF ( Intermediate Treatment Facility). Sekarang kita mulai ada ITF, lagi diproses. Yang kedua, di Bantargebang, sekarang ada pengelolaan sampah dari sampah menjadi energi, itu dulu belum ada," kata Anies.


Simak Video "Soal Kursi Wagub DKI, Anies: Mudah-mudahan Segera Ditentukan"

[Gambas:Video 20detik]

(aik/imk)