detikNews
Rabu 31 Juli 2019, 07:20 WIB

Data AirVisual: Pagi Ini Jakarta di Urutan Ke-4 dengan Udara Terburuk Dunia

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Data AirVisual: Pagi Ini Jakarta di Urutan Ke-4 dengan Udara Terburuk Dunia Jakarta pagi ini masih menjadi salah satu kota di dunia dengan udara paling berpolusi. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
FOKUS BERITA: Bahaya Polusi Jakarta
Jakarta - Jakarta pagi ini masih menjadi salah satu kota di dunia dengan udara paling berpolusi. Data AirVisual menunjukkan udara Jakarta menempati peringkat keempat dengan kondisi udara tidak sehat.

Seperti terpantau di situs AirVisual, Selasa (30/7/2019) pukul 07.06 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 155. Artinya, kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Ranking polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai dari AQI adalah 0-500. Makin tinggi nilainya berarti makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

AQI 155 di DKI Jakarta berarti kualitas udara di Ibu Kota tidak sehat (unhealthy).


AirVisual merekomendasikan agar kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan. Setiap orang perlu mengenakan masker polusi. Ventilasi tidak dianjurkan. Pemurni udara perlu dinyalakan bila udara dalam ruangan tidak sehat.

Jika pada Selasa (30/7) lalu Jakarta menempati posisi pertama kota di dunia dengan udara paling berpolusi, pagi ini kota dengan udara paling berpolusi pertama diduduki Kota Dubai dengan AQI 164. Lalu diikuti Kuwait, Ulaanbaatar, dan Jakarta.


Tonton juga video Nggak Cuma Lidah Mertua, Ini Tips BPPT Kurangi Polusi Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/aan)
FOKUS BERITA: Bahaya Polusi Jakarta
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed