Bersama Kita Kedodoran!

Setahun SBY-JK

Bersama Kita Kedodoran!

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2005 15:00 WIB
Jakarta - Bak idiom "gugur satu tumbuh seribu", begitulah masalah yang datang silih berganti dalam setahun pemerintahan SBY-JK. Janji kampanye tinggal kenangan. Bangsa ini pun jadi kedodoran.Kritik menjelang satu tahun pemerintahan terus bergulir. Pasangan SBY-JK dinilai belum memenuhi janji kampanye "Bersama Kita Bisa". Sebab, masalah bangsa yang seharusnya diatasi justru kian bertambah."Pemerintah baru bisa mewujudkan kata 'bersama', sedangkan menangani masalah bangsa justru sangat kedodoran," tegas Ketua DPP PDIP Tjahjo Kumolo dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu(19/10/2005).Arah pembangunan jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang diambil SBY-JK dilihat masih belum jelas. "Janji-janji kampanye juga belum memberikan perubahan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat," tambah dia.Belum lagi, ketidakakuran anggota kabinet dalam menjalankan program makin menambah masalah baru. "Kabinet yang seharusnya bersatu justru terkesan jalan sendiri, ditambah egoisme sektoral sangat menonjol. Padahal ini sangat mengganggu roda pemerintahan," ujar Ketua Fraksi PDIP DPR ini.Tjahjo mengungkapkan, dari sisi pemberantasan korupsi, Presiden SBY perlu melakukan sejumlah evaluasi. Apalagi, banyak kasus korupsi yang merugikan negara dalam jumlah besar justru bebas. "Jika di lingkungan aparat penegakan hukum sendiri tidak bersih, maka langkah penegakan hukum akan menjadi bumerang," katanya.Ia menambahkan dari sisi ekonomi, pemerintahan SBY-JK juga menunjukkan kinerja yang tidak memuaskan. Hal ini ditandai dengan semrawutnya pengaturan BBM yang menyebabkan terjadinya kelangkaan di masyarakat. "Akhirnya rakyatlah yang tetap menjadi korban kelangkaan BBM yang disebabkan manajemen pemerintah yang kacau," cetus Tjahjo.Sedangkan dalam menangani konflik Aceh, Tjahjo berpendapat pemerintah telah menerapkan standar ganda. "Gerakan separatis yang seharusnya ditumpas malah diberi hati. Apakah ini demi tegak dan utuhnya NKRI?" tanya dia.Untuk itu, ia mendesak Presiden SBY bisa lebih tegas dalam menghadapi masalah bangsa. "Setidaknya itu sudah memberikan sebuah harapan, karena satu tahun ini bukan forum kampanye dan wacana, tapi rakyat sudah mulai mengeluh," tandas Tjahjo. (ton/)


Berita Terkait