Teror SMS Adu Domba Warga Bali vs Pendatang Terus Gentayangan

Teror SMS Adu Domba Warga Bali vs Pendatang Terus Gentayangan

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2005 14:16 WIB
Jakarta - Bali tak henti-hentinya didera teror. Belum pupus trauma bom Bali I dan II, teror SMS beredar sejak beberapa hari belakangan ini. Polisi mengaku kesulitan melacak dalangnya. Sementara teror SMS yang bermotif adu domba itu terus gentayangan.SMS tersebut berbunyi: "Orang Bali harus bangun dari tidur panjang. Jangan terbuai dengan kata halus. Tapi kita dicaplok. Sebelum mereka nyaplok kita, babat habis perusak Bali yang berasal dari luar Bali. Kita bakar rombong bakso muslim, dagang sate dan yang memakai identitas muslim. Bantai habis kelompok itu, agar tidak hidup di Bali. Mohon dukungan teman-teman."SMS yang bernada provokatif itu pun membuat masyarakat Bali resah. Bahkan Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika khawatir jika masyarakat Bali sampai termakan hasutan SMS berisi adu domba antara warga penduduk asli Bali dengan para pendatang itu."Kita akan menyelidiki pengirimnya. Saya tidak tahu siapa pengirimnya. Saya mencoba telusuri. Ini persoalan teknologi. Sulit untuk mencari asalnya, karena ada telepon prabayar. Jadi kita buntu sampai di sana," kata Pastika kepada wartawan di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Rabu (19/10/2005).Menurut Pastika, beredarnya SMS tersebut juga merupakan teror bagi warga Bali, karena bertujuan untuk mengacaukan suasana. "Mungkin mereka merasa hasil bom belum maksimal, ditambah teror-teror seperti itu. Jadi kalau kita ikut-ikutan, berarti kita terbawa oleh mereka," ujarnya.Ketika ditanya sasarannya siapa, Pastika mengaku belum tahu. "Yang jelas intinya kacaukan Bali. Semua daerah berpotensi bermasalah, termasuk Bali. Tadi sudah dikacaukan ledakan, sekarang dikacaukan lagi dengan teror seperti ini. Kalau tidak mempan lagi, diteror dengan cara-cara lain. Ini pengaruhnya besar. Karena sekali ada konflik SARA, untuk memadamkannya susah loh," tandasnya. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads