Sambut Indonesia Emas 2045, BJ Habibie Minta SDM Ditingkatkan

Zakia Liland - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 20:52 WIB
Sambut Indonesia Emas 2045, BJ Habibie minta SDM ditingkatkan. (Zakia Liland/detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza menyambangi kediaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Hammam datang bersama jajarannya dan peserta pelatihan kepemimpinan nasional.

Kepada hadirin, Habibie berpesan agar pembangunan di Indonesia juga harus berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"Kita harus fokus pada kebijakan strategis. Strategis itu, dari seluruh pembangunan di bumi Indonesia, yang secara implisit mengarah pada pengembangan sumber daya manusia," kata BJ Habibie di Perpustakaan Habibie-Ainun, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).


Diketahui, pelatihan kepemimpinan nasional angkatan ke-42 ini mengangkat tema 'Manajemen Talenta Nasional untuk Indonesia Emas 2045'. Tema ini diangkat terinspirasi dari pidato Visi Indonesia yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

Para peserta berasal dari seluruh kementerian/lembaga dan daerah. Selain itu, turut hadir Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara RI Tri Widodo Wahyu Utomo.

Dalam diskusi, Habibie mengatakan pengembangan SDM hanya akan tercapai bila sebuah keluarga ada dalam kondisi sejahtera. Ia pun menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan akses informasi yang tepat.


"Hal ini hanya bisa dilaksanakan kalau dibesarkan dalam keluarga sejahtera, kalau orang tua memberikan informasi tepat," sambungnya.

Selain itu, Habibie melihat pendidikan dan kebudayaan juga memiliki tempat penting dalam pembentukan kualitas diri seseorang. Dia mengatakan peningkatan SDM juga dapat dilakukan jika tersedianya lapangan kerja.

"Dan ketiga pendidikan yang baik, kebudayaan yang baik. Kalau itu belum cukup, ya butuh lapangan kerja untuk jadi orang," lanjut Habibie.


Penyerapan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia sendiri pun, dinilai Habibie, hanya akan bisa tercapai bila generasi sebelumnya menguasai kebutuhan dalam negeri secara mandiri. Habibie meminta para calon pemimpin berani menghadapi tantangan.

"Kalau kita semua kita kuasai dari yang kita butuhkan, katakanlah 70, persen, 30 persen masih kita impor, karena belum bisa kita buat karena terlalu mahal. Tapi, dari 70 persen itu, ya Anda yang menikmati lapangan kerja kita, untuk anak-cucu kita," paparnya.

"Harus berani! Apa pun yang terjadi, hadapi. Kita punya hak, bukan punya kewajiban," seru Habibie. (jbr/jbr)