BMKG Ungkap Hasil Pantauan Parahnya Polusi Jakarta Hari Ini

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 17:01 WIB
Ilustrasi (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang di Jakarta hari ini menurun dibanding biasanya. BMKG menyebut jarak pandang terjauh di Ibu Kota adalah 7 kilometer (km).

"Laporan pengamatan meteorologi Stasiun Meteorologi Cengkareng dan Stasiun Meteorologi Kemayoran Jakarta Pusat, jarak pandang terjauh yang tercatat adalah 5 sampai 7 km, dengan kelembapan relatif (RH) berkisar 70-85 persen," kata Plh Deputi Bidang Klimatologi BMKG Nasrullah dalam keterangan tertulis, Senin (29/7/2019).


Hasil pengamatan BMKG menunjukkan konsentrasi polutan di Jakarta hari juga ini cukup tinggi. Menurut Nasrullah, kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jarak pandang.

"Pengukuran konsentrasi PM 10 pagi hari ini tercatat antara 145-160 µg/m3, mengindikasikan cukup tingginya konsentrasi polutan yang berkorelasi dengan kekeruhan udara dan berkurangnya jarak pandang yang terjadi pagi ini," ucapnya.

Nasrullah mengatakan tingginya kadar polusi Jakarta pagi hari tadi juga disebabkan oleh beban kendaraan bermotor saat jam sibuk. Jika dilihat dari sudut pandang meteorologi, menurut dia, dapat diterangkan bahwa pagi hari setelah matahari terbit merupakan saat di mana terjadi lapisan inversi suhu.

"(Artinya) lapisan atmosfer, di mana suhu udara menghangat dan lebih panas daripada lapisan di bawahnya, sehingga menyebabkan penumpukan masa udara dan zat polutan karena tidak bebas bergerak ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi," terang Nasrullah.


Selain itu, hasil pengamatan BMKG menyatakan Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) DKI Jakarta berada di kategori sedang. BMKG menyatakan ISPU kategori sedang hanya akan berefek terhadap warga yang memiliki gangguan pernapasan atau kardiovaskular.

"Konversi konsentrasi PM10 selama 24 jam menjadi ISPU menghasilkan nilai berkisar 65-88 kategori 'sedang'. Kualitas udara 'sedang' pengertiannya adalah kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan, tetapi dapat berpengaruh pada kelompok yang sensitif (yang memiliki gangguan pernapasan dan kardiovaskular)," papar Nasrullah.

Nasrullah menuturkan ISPU kategori sedang tak hanya berefek terhadap warga yang memiliki cardiovascular. Menurutnya, ISPU kategori sedang juga mempengaruhi jarak pandang.

"Dan dapat mengurangi nilai estetika udara pada waktu tertentu. Misalnya tampak sebagai udara keruh dan penglihatan mendatar yang berkurang karena kabur," jelas Narusllah.


Simak Juga 'Jakarta Ibu Kota Polusi?':

[Gambas:Video 20detik]

(zak/fjp)