BBM Naik, Staf Kejagung Golongan Rendah Menjerit
Rabu, 19 Okt 2005 12:07 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) telah membuat hidup banyak kalangan kian berat, tak terkecuali staf Kejaksaan Agung (Kejagung). Pegawai golongan bawah institusi penegak hukum itu pun menjerit meminta gaji dinaikkan.Rosidi (30), pegawai Kejagung golongan II D mengaku harus empot-empotan menyiasati kenaikan harga. Meski telah mengabdi di korps adhyaksa ini selama 20 tahun, tapi gaji Rosidi masih berkisar Rp 1 jutaan. Setiap harinya bapak tiga anak itu berangkat kerja dengan naik motor. Biasanya sebelum BBM naik, dalam seminggu Rosidi hanya mengeluarkan Rp 5 ribu. Tapi sejak BBM naik, ongkos transpor jadi naik dua kali lipat. "Sekarang Rp 10 ribu habis dalam seminggu untuk isi bensin," kata Rosidi saat ditemui detikcom di Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (19/10/2005).Untuk tetap mencukupi kebutuhan sehari-hari, Rosidi pun harus ekstra hemat. Dia meminta keluarganya menunda kebutuhan yang tidak penting. "Kita harus jadi hati-hati dan memilah-milah pengeluaran. Kebutuhan yang paling pokok yang kita penuhi," kata pria yang sehari-hari bertugas di pos jaga Kejagung itu.Rosidi mengharap segera ada kenaikan gaji. "Supaya kehidupan bisa seimbang, setidaknya gaji dinaikkan minimal seperti kenaikan BBM ya 100 persen lebihlah," harapnya. Tidak MudikRekan Rosidi, Robert (26), yang masih melajang juga merasakan pukulan berat akibat kenaikan harga BBM. Dia sangat kecewa harga BBM dinaikkan mendekati lebaran.Robert yang gajinya masih di bawah Rp 1 juta itu pun berharap gaji akan segera dinaikkan. "Gara-gara ongkos naik, saya terpaksa menunda pulang kampung," kata Robert dengan wajah muram. Pukulan akibat kenaikan harga BBM juga dirasakan staf Kejagung yang golongannya lebih tinggi. Suwardi (45), golongan III, mengaku pusing tujuh keliling mengatur gaji bulanannya setelah harga BBM naik.Meski telah mengabdi di Kejagung selama 25 tahun, gaji Suwardi sebagai staf Keamanan Dalam (Kamdal) masih Rp 1,2 juta. Menurut Suwardi, idealnya gaji naik sampai 350 persen. "Dengan kenaikan gaji yang hanya 100 persen akan tetap saja susah. Apalagi saya dengar Januari harga BBM akan naik lagi," ucapnya Suwardi murung.
(iy/)











































