Harapan Tidak Sesuai Kenyataan

Setahun SBY-JK

Harapan Tidak Sesuai Kenyataan

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2005 12:13 WIB
Jakarta - Ketika pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK) memenangi pilpres, harapan masyarakat akan membaiknya kondisi meningkat. Bahkan, gebrakan awal pemerintahan pun disambut antusias. Namun, ekspektasi itu menurun seiring berjalannya waktu.Dua kali kenaikan harga BBM ternyata faktor yang cukup dominan dalam menciptakan ketidakpuasan masyarakat. Alhasil, tidak sedikit optimistis warga berubah menjadi kekecewaan terhadap SBY-JK."Ternyata pemerintah tidak sebagus janjinya saat kampanye," cetus Abdul Rojak (42) saat dimintai komentarnya kepada detikcom, Rabu (19/10/2005).Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku saat pilpres memilih SBY. "Saya terpukau dengan ucapannya yang bagus, mantap dan meyakinkan," aku Rojak.Namun, kekaguman warga Jalan Daan Mogot ini terhadap SBY-JK berangsur-angsur sirna. Ia menilai kebijakan menaikkan harga BBM 2 kali dalam setahun sangat memberatkan. "Naiknya harga BBM membuat kebutuhan rumah tangga juga meningkat," keluh Rojak.Menurutnya, pemerintah boleh saja menaikkan harga BBM. "Kalau mau naik ya Rp 1.000 saja. Tapi ini kan naiknya gila-gilaan," cetus Rojak. Ia mengaku dengan kenaikan ini sudah membuat pendapatan sehari-harinya berkurang. "Biasanya modal hanya Rp 8.000 kini saya harus bermodal Rp 15.000 per hari," tuturnya lirih. Keluhan senada juga dilontarkan Adi Wahyu Hidayat (23) dan Jufri (26). Adi yang bekerja sebagai satpam di sebuah kantor pemerintah mengungkapkan dampak kenaikan harga BBM sangat terasa. "Tapi mau bagaimana lagi, kita kan rakyat kecil yang hanya bisa ngomong di belakang," cetus Adi. Jufri yang sehari-hari menjadi sopir di sebuah perusahaan di kawasan Cibinong menambahkan, Presiden SBY sudah gagal dalam 1 tahun terakhir ini. Warga Jalan Gunung Putri, Cibinong, Jawa Barat ini, beralasan SBY tidak mampu memperbaiki keadaan. "Kalau harga BBM terus naik, saya tidak tahu bagaimana menghidupi orangtua dan adik saya," ujarnya pasrah. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads