Cerita JK soal Peran Ibu dan Istri di Balik Kisah Suksesnya

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 12:27 WIB
Jusuf Kalla (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pidato kewirausahaan di depan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). JK mengenang sosok ibu kandungnya Athirah dan istrinya Mufidah JK yang menjadi pengusaha dan memberi andil dalam kesuksesannya.

"Secara pribadi saya bisa berdiri di sini karena dukungan 2 pengusaha wanita muslimah. (Pertama) Ibu saya, pada waktu ekonomi keluarga mengalami krisis karena krisis dunia, maka yang maju adalah ekonomi ibu saya," kata JK saat memberi sambutan di Pembukaan Rekernas IPEMI di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).


JK melanjutkan, saat keluarganya mengalami krisis, ibunya yang merupakan seorang pengusaha mampu membantu ekonomi keluarga. Dia juga menyebut sosok Mufidah sebagai seorang pengusaha yang banyak berpengaruh terhadap kesuksesannya.

"Saya di Jakarta ini kalau dihitung penghasilan sebagai wapres tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan istri yang juga pengusaha. Gitu kan. Jadi biaya keluarga lebih banyak didukung penghasilan istri saya sebagai pengusaha," ujarnya.

Namun JK mengingatkan bahwa pengusaha muslimah hari ini tidak terlepas dari kemajuan. Untuk itu, seorang pengusaha dapat berkembang dengan pendidikan dan penguasaan teknologi. Hal ini jauh berbeda dengan pengusaha muslimah di zaman dulu.

"Kalau ibu saya atau ibu-ibu zaman dulu membutuhkan waktu 6 jam di rumah untuk mengurus rumah tangga. Mencuci, memasak, pergi belanja, dan sebagainya, urus suami," tuturnya.

"Sekarang karena teknologi mencuci tinggal buang aja ke mesin cuci, selesai. Tunggu sore sudah (selesai). masak banyak rice cooker, kalau lagi ingin yang lain-lain tinggal telepon aja. Jadi katanya ibu-ibu itu tidak perlu pintar masak betul sekarang, tinggal yang penting pintar order gitu kan," katanya sembari berkelakar.


Karena memiliki waktu banyak dengan teknologi yang makin memudahkan, muslimah di zaman sekarang dinilai dapat memaksimalkan waktu untuk berwirausaha. JK lalu mengingatkan, kelemahan umat Islam saat ini adalah kurangnya pengusaha.

"Kelemahan kita sebagai umat muslim ialah kekurangan pengusaha. Ekonomi kita, seperti kita tahu semua juga, lebih banyak dijalankan oleh kawan-kawan kita nonmuslim," imbuhnya.

JK mengungkapkan zakat umat muslim saat ini sedikit kurang karena kekurangan pengusaha yang membayar zakat.

"Karena itu maka kemajuan para pengusaha, baik pengusaha muslim dan muslimah tentu berkembang lebih baik," ucapnya.



Simak Video "JK Tepis Pertemuan dengan Bos Go-Jek Bahas Menteri"

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/idn)