Beda Pandangan PD vs PKS soal Oposisi

ADVERTISEMENT

Round-Up

Beda Pandangan PD vs PKS soal Oposisi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 07:29 WIB
Foto: Politikus PD Andi Arief (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - PKS dan Partai Demokrat (PD) memberi pandangan berbeda terkait sikap oposisi bagi pemerintahan. PD menilai tidak ada oposisi yang sukses di pemerintahan, sementara PKS yang sedari awal sudah menyatakan sikap oposisi untuk pemerintahan yakin oposisi telah sukses mengawal transisi demokrasi di Indonesia.

Awalnya Politikus PD Andi Arief mengatakan tidak ada oposisi yang berhasil dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Menurutnya, gerakan-gerakan kontra pemerintah hanya dapat dijalankan rakyat dan mahasiswa saat reformasi.

"Tidak ada oposisi yang berhasil di sejarah politik kita, kecuali oposisi rakyat, gerakan mahasiswa melawan Soeharto," ucap Andi Arief kepada wartawan, Minggu (28/7/2019).

Andi Arief menyebut PDIP di 5 tahun pertama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga gagal menjadi oposisi. PDIP lantas berhasil di Pemilu 2014, menurut Andi Arief, karena Partai Demokrat (PD) yang berkuasa saat itu tidak berhasil menemukan figur yang tepat.

"PDIP lima tahun pertama jadi oposisi gagal, lima tahun kedua di 2014 berhasil karena melawan oposisi juga Gerindra. Partai yang berkuasa saat itu tidak menemukan figur tepat," ucap Andi Arief.

Andi Arief menyebut contoh oposisi yang bisa dibilang sukses salah satunya ialah partai baru yang berhasil menemukan figur tepat ketika pemilu. Di Pemilu 2019, partai-partai oposisi gagal membuktikannya.

"Sebetulnya kisah oposisi sukses itu adalah ketika ada partai baru yang ikut pemilu memiliki figur tepat. Misalnya PDIP di 1999 dan Partai Demokrat di 2004. Partai Gerindra dengan figur Prabowo gagal di 2009. Tempat oposisi itu ada di partai baru, PSI, Perindo, dan lain-lain gagal di 2019," imbuh dia.

Andi juga berbicara soal isu politik SARA. Menurutnya, jika ada partai politik yang mengedepankan isu itu di lima tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, mereka pasti ditolak masyarakat.

"Dengan karakter masyarakat yang plural dan menolak politik SARA, maka jika ada partai yang menggunakan politik SARA di luar pemerintahan, nggak akan ketemu rumus bisa sukses berkuasa dan akan terus menjadi sekte dalam politik Indonesia," sebut Andi Arief.


PKS pun menepis Andi Arief. Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS Suhud Alynudin mengatakan ukuran kekuasaan atau eksekutif bukan oposisi atau tidak.

"Kalau ukurannya kekuasaan eksekutif, variabelnya tentu bukan oposisi atau tidak, tapi apakah mereka memilik figur yang kuat atau tidak dalam persaingan pilpres," kata saat dimintai tanggapan, Minggu (28/7/2019).

Menurut Suhud, ada partai-partai yang berhasil memiliki figur kuat dalam kontestasi politik. Ada dua partai yang disebut Suhud berhasil dalam konteks melahirkan sosok untuk pilpres.

"Selama ini partai yang berhasil adalah yang memiliki figur kuat untuk kontestasi pilpres, contohnya Partai Demokrat dengan SBY atau PDIP dengan Pak Jokowi," jelas dia.


Suhud lalu memerinci 'keberhasilan' oposisi di Indonesia. Menurutnya, oposisi berhasil dalam hal mengawal transisi demokrasi.

"Oposisi di Indonesia 'berhasil' mengawal transisi demokrasi, sehingga mencegah munculnya otoritarianisme," ucap Suhud.



Tonton video PKS Sarankan Prabowo Tegas Nyatakan Oposisi ke Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]


Beda Pandangan PD vs PKS soal Oposisi
(nvl/dkp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT