detikNews
Minggu 28 Juli 2019, 08:50 WIB

Kampanye Gerakan Tanpa Plastik, Kominfo Bagikan 1 Juta Botol Minum

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kampanye Gerakan Tanpa Plastik, Kominfo Bagikan 1 Juta Botol Minum Kampanye mengurangi sampah plastik, 1 juta tumbler dibagikan di 10 kota besar di Indonesia (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menggelar kegiatan gerakan tanpa plastik di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Kegiatan diisi dengan senam bareng dan launching gerakan membawa botol minuman (tumbler).

Pantauan detikcom, di Ring Road Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (28/7/2019) tampak antrean peserta sudah terlihat sejak 06.30 WIB. Peserta yang sudah mendaftar akan diberi tumbler dan bisa mengisi air yang sudah disiapkan langsung di sekitar lokasi. Total ada 1 juta tumbler yang dibagikan dalam kampanye ini.

Selain membagikan tumbler, kegiatan ini mengajak masyarakat yang hadir di kawasan Stadion GBK untuk senam pagi bersama-sama. Kegiatan ini juga turut dihadiri Deputi 4 Kemenko Kemaritiman Syafri Baharudin, dan Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Fatmawati.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kominfo Niken Widiastuti mengatakan kegiatan itu digagas untuk mengurangi sampah plastik. Niken menyebut kegiatan gerakan 1 juta tumbler dilaksanakan di 10 kota di Indonesia. Selain di Jakarta, kampanye mengurangi sampah plastik juga digelar di Yogyakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Pontianak, Makassar, Semarang, Papua Barat, Lampung, dan Medan.

"Mari kita gunakan tumbler untuk mengurangi sampah plastik. Paling tidak mengurangi minum air dalam botol kemasan dan mengurangi penggunaan sedotan plastik," ujar Niken di lokasi.

Peserta yang mendaftar diberikan botol minum (tumbler)Peserta yang mendaftar diberikan botol minum (tumbler) (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)

Kemudian, Niken menjelaskan bahayanya sampah plastik. Menurutnya sampah plastik akan mencemari lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan.


"Karena sampah plastik tidak hanya mencemari, mengotori lingkungan. Tetapi juga akan mengancam bagi aneka ragam hayati baik hewan maupun tumbuh tumbuhan. Sampah di laut juga berbahaya, banyak ikan-ikan mati karena makan sampah plastik," kata Niken.

Niken berpesan agar masyarakat dapat menyosialisasikan kegiatan pengurangan sampah plastik itu kepada anggota keluarganya. Niken berharap kegiatan itu dapat menginspirasi masyarakat luas.

"Kalau masing-masing yang hadir dapat menyosialisasikan pada keluarganya maka harapan kami gerakan ini bisa menginspiirasi 1 juta orang menggunakan tumbler," pungkasnya.
(jbr/jbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com