AirVisual: Akhir Pekan, Udara Jakarta Kembali Jadi Terburuk di Dunia

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Minggu, 28 Jul 2019 06:35 WIB
Ilustrasi Polusi Ibu Kota Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Ilustrasi Polusi Ibu Kota Jakarta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Jakarta kembali menjadi kota paling berpolusi di dunia versi AirVisual. Jakarta menempati posisi teratas dengan kondisi udara tidak sehat.

Dilansir AirVisual di situsnya, Minggu (28/7/2019) pukul 06.04 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 195. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Ranking polusi ini dapat berubah sewaktu-waktu.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.



Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Semakin tinggi nilainya menunjukkan semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Jakarta mendapat skor 195 dalam AQI, yang artinya punya udara tidak sehat (unhealthy) pagi ini. AirVisual merekomendasikan agar kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan. Setiap orang perlu mengenakan masker polusi. Ventilasi tidak dianjurkan. Pemurni udara perlu dinyalakan bila udara dalam ruangan tidak sehat.



Secara global, Dubai menempati posisi kedua kota berpolusi pagi ini setelah Jakarta dengan AQI 172. Peringkat ketiga diisi Johannesbug, disusul Beijing dan Santiago.



Tonton video Jakarta Ibu Kota Polusi?:

[Gambas:Video 20detik]

(abw/jbr)