Round-Up

Pesona Dua Putra Jokowi: Gerindra Tak Melirik, Demokrat Tertarik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jul 2019 20:39 WIB
Foto: Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep (Twitter @kaesangp)
Jakarta - Partai-partai politik berbeda pandangan soal 2 putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, yang masuk survei calon Wali Kota Solo 2020. Ada yang tertarik dan ada yang tidak melirik.

Partai Gerindra mengaku belum berpikir jauh untuk mengusung kedua putra presiden itu di Pilwalkot Solo 2020."Gerindra kan juga punya kader terbaik mungkin yang ingin maju di banyak tempat di Indonesia, di seluruh daerah," kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).

Sementara, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan keputusan mengusung calon kepada daerah diambil melalui mekanisme mahkamah tinggi partai. Namun, ia meyakini Demokrat akan dengan senang hati mendukung salah satu anak presiden itu.

"Apabila Gibran atau Kaesang berniat dan serius mau maju menjadi calon Wali Kota Solo, saya yakin Demokrat akan dengan senang hati mendukung salah satunya," ucap Ferdinand kepada wartawan, Jumat (26/7).


PKS bicara kemungkinan apakah pihaknya berminat mengusung putra Jokowi ke Pilwalkot Solo 2020. PKS mengatakan keduanya masuk dalam radar.

"Gibran dan Kaesang masuk radar PKS," kata Sekretaris Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPP PKS, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Sabtu (27/7).

Suhud mengenang masa-masa Jokowi pada perhelatan Pilkada Solo 2010 silam. Saat itu, PKS ikut mengusung Jokowi-FX Hadi Rudiyatmo. Saat itu, Jokowi-Hadi menang dengan raihan 90 persen suara. Dia mengalahkan pasangan Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Bisa saja hubungan baik PKS dengan 'pihak' Jokowi itu terulang di 2020, bisa juga tidak.

PKB juga membuka peluang mengusung Gibran dan Kaesang apabila memutuskan maju menjadi calon Wali Kota Solo. PKB meyakini putra Presiden itu tokoh muda yang kaya ide.

"PKB sangat mungkin mengusungnya. Surveinya bagus, tokoh muda dan kaya ide," ujar DPP PKB Jazilul Fawaid saat dihubungi, Jumat (26/7).

Partai Golkar mengatakan sangat terbuka mendukung siapa pun yang memiliki potensi popularitas dan elektabilitas dalam Pilkada 2020. Menurutnya, jika Gibran dan Kaesang memiliki potensi itu, Golkar akan mempertimbangkan mengusung salah satunya di pilkada.

"Jika figur Gibran-Kaesang memiliki potensi popularitas dan elektabilitas dalam Pilwakot Solo, tentu patut kami pertimbangkan," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (26/7).


Sedangkan politikus PDIP Erwin Moeslimin menyebut akan lebih elok jika putra Jokowi terjun ke politik usai Jokowi menjabat sebagai presiden. Erwin menyarankan supaya Gibran-Kaesang tidak terjun ke politik untuk saat ini.

"Kalau untuk PDIP dari kepentingan politik saya kira akan selalu hasil-hasil riset dulu Pak Jokowi kita dukung itu kan hasil hasil survei, tapi ini saya dalam konteks nepotisme," kata Erwin di restoran Gado-Gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

"Nepotisme ini antara mudharat dan manfaat diarahkan, Ya mungkin saja ke depan setelah mungkin orang tuanya tidak dalam kekuasaan akan lebih elok, toh itu lebih mudah sembari belajar karena itu kan untuk kebaikan beliau," sambungnya.

Presiden Jokowi mengaku sudah membaca hasil survei Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang memasukkan kedua putranya dalam bursa calon Wali Kota Solo periode 2020-2025. Jokowi mengaku senang-senang saja.

Meski demikian, Jokowi menegaskan putra-putranya adalah pribadi mandiri. Jokowi selalu mendukung langkah anak-anaknya. Soal kemungkinan putranya maju di Pilwalkot Solo 2020, Jokowi menyarankan agar menanyakan hal itu ke Gibran dan Kaesang langsung.

"Nggak tahu saya, tanya saja ke anaknya langsung. Orang tua itu bisanya hanya itu (mendukung, red), kalau sudah diputuskan anak-anak, apa pun, jualan pisang saya dukung, jualan martabak saya dukung," kata Jokowi sebelum bertemu dengan Koalisi Indonesia Kerja di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/7). (idh/idh)