detikNews
Sabtu 27 Juli 2019, 10:22 WIB

Tingkatkan Kebahagiaan Anak, Kemendikbud Bikin Gerakan Orang Tua Baca Buku

Zakia Liland - detikNews
Tingkatkan Kebahagiaan Anak, Kemendikbud Bikin Gerakan Orang Tua Baca Buku Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar (Foto: Zakia/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan gerakan Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku). Gerakan ini bertujuan untuk memupuk kegemaran membaca anak yang dimulai dari para orang tua.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar menilai, mereka yang membaca buku adalah orang-orang yang bahagia. Bagi Harris, literasi mempunyai hubungan yang erat dengan indeks kebahagian.

"Orang yang baca buku itu orang yang bahagia menurut World Happiness Index. Jadi, antara index dan tingkat literasi ada hubungannya dengan membaca buku dan bahagia. Oleh karena itu, Ayah, Bunda kalau ingin bahagiakan anak, tidak usah ke mal, tidak kasih gadget, bacakan saja buku insyaallah mengantarkan kebahagiaan," kata Harris di Ruang PAUD KM 0, Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).


Foto: Zakia/detikcom


Menurut Harris, kegiatan membaca buku merupakan upaya untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Kedekatan ini pula yang dinilai Harris dapat mengoptimalkan tumbuh-kembang anak.

"Memang tujuannya sangat mulia, melekatkan Bunda, Ayah dengan si anak kita, yang kita sayangi. Karena emosi merupakan dasar segalanya. Kelekatan emosi antara orang tua dan anak akan memungkinkan semua tumbuh jiwa anak dengan sempurna," paparnya.


Foto: Zakia/detikcom


Melalui gerakan ini pula, Harris melihat kecintaan terhadap buku dari anak-anak dapat menumbuhkan pendidikan moral kepada mereka. Ini juga menjadi sebuah upaya persiapan masa depan Indonesia yang akan dipimpin oleh mereka ke depannya.

"Kedua, akan mengenalkan kepada anak kita soal kecintaan kita terhadap buku. Ini membawa pada dampak-dampak positif lainnya, banyak sekali," lanjut Harris.

"Ketiga, menumbuh kembangkan moral story, karakter anak. Jadi, secara tidak langsung kita akan mengarahkan, membimbing anak. Pada gambaran ilustrasi yang lebih baik karena calon pemimpin Indonesia. 25-30 tahun lagi mereka yang akan memimpin Indonesia," pungkasnya.

Pada kegiatan ini, Harris juga sempat mengobrol bersama para orang tua dan anak mengenai kebiasaan membacanya. Umumnya, mereka membaca satu buku dalam satu hari, baik itu oleh Ayah maupun Ibu. Anak-anak pun bersemangat ketika dibacakan buku orang tuanya, bahkan mereka lah yang menginisiasi untuk dibacakan buku.
(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed