Bupati Aceh Besar Minta Maskapai Setop Penerbangan Saat Idul Fitri-Idul Adha

Bupati Aceh Besar Minta Maskapai Setop Penerbangan Saat Idul Fitri-Idul Adha

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 21:21 WIB
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Banda Aceh - Bupati Aceh Besar Mawardi Ali meminta maskapai yang berangkat atau menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menghentikan penerbangan saat Lebaran pertama. Larangan terbang ini berlaku mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Permintaan larangan penerbangan ini disampaikan Mawardi lewat surat yang dikirim ke GM Angkasa Pura. Perihal surat tersebut adalah 'Menghentikan penerbangan saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha'.



Di dalam surat yang dikeluarkan pada 24 Juli itu, tertuang dua poin. Pertama menjelaskan soal kekhususan Aceh yang menerapkan syariat Islam. Poin kedua berisi permintaan bupati terkait larangan terbang.

"Kepada seluruh maskapai penerbangan yang melakukan take off dan landing di Bandara SIM, Aceh Besar, untuk menghentikan penerbangan pada saat hari pertama Idul Fitri dan Idul Adha mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB. Kepada seluruh komunitas bandara dan kru pesawat untuk melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha di bandara atau di tempat masing-masing," bunyi sub poin b surat tersebut seperti dikutip detikcom, Jumat (26/7/2019).

Mawardi menjelaskan, imbauan itu dibuat karena pihaknya menginginkan pelaksanaan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh). Terlebih Aceh punya kekhususan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh serta Undang-Undang tentang Pelaksanaan syariat Islam.

"Tentu juga kewenangan kekhususan ini bisa kita laksanakan yang berbeda dengan daerah lain. Tentu ini akan membuat kenyamanan, bukan sebaliknya, membuat ketidaknyamanan bagi semua orang," kata Mawardi kepada wartawan dalam konferensi pers di kediamannya.

Surat yang ditandatangani Mawardi ini juga ditembuskan ke Gubernur Aceh, Ketua DPR Aceh, Kapolda Aceh, Kanwil Kemenkum HAM Aceh, Kadis Syariat Islam Aceh, Ketua DPRK Aceh Besar, Dinas Perhubungan Aceh Besar, Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Kakan Kemenag Aceh Besar, maskapai penerbangan, dan air navigation.



Menurutnya, permintaan larangan terbang itu dibikin setelah dia mendengar curhat komunitas bandara, petugas Imigrasi, dan lainnya. Mereka mengaku sudah beberapa tahun tidak dapat melaksanakan salat Idul Fitri atau Idul Adha karena sibuk melayani penerbangan sejak pagi hari.

"Kemudian saya respons dengan surat. Kita menginginkan di bandara sebagai bandara halal dan sedang melaksanakan syariah Islam kita imbau menghentikan penerbangan di hari raya Idul Fitri dan Adha di pagi harinya," ungkap Mawardi. (agse/idn)