PDIP Kritik Rencana DKI Gelar Upacara 17 Agustus di Pulau Reklamasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 13:43 WIB
Foto: Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono (Fida/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar upacara 17 Agustus di Pulau Reklamasi. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengkritik rencana tersebut.

"Komenku sederhana, apa sih yang mau disasar dari peringatan 17 Agustus di Pulau Reklamasi itu. Peringatan 17 Agustus itu kan PDIP nilai sangat sakral. Saran saya Pemprov harus memperingati itu di tempat layak untuk dijadikan hari kemerdekaan," kata Gembong kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).



Gembong mengatakan pelaksanaan upacara di tempat tersebut malah akan menimbulkan kontroversi. Dia menuturkan, lebih baik Pemprov DKI Jakarta mencari alternatif lainnya.

"Naif jika merayakan kemerdekaan di tempat yang sangat kontroversi, masyarakat masih banyak mempermasalahkan. Ngapain bikin polemik yang akhirnya membuang energi nggak produktif," jelas Gembong.

Gembong pun menyarankan lebih baik upacara dilaksanakan di Lapangan Monas atau Balai Kota. Menurutnya, tempat tersebut lebih sakral untuk memeringati hari kemerdekaan.

"Ya di tempat yang layak, kami lihat memperingati di pulau D nggak layak. Yang layak bisa di Balai Kota, Monas, jauh lebih layak, lebih sakral untuk memperingati hari kemerdekaan, dibandingkan pulau D," jelasnya.



Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menetapkan Pantai Maju atau Pulau D hasil reklamasi menjadi lokasi upacara HUT ke-74 RI. Pemprov ingin mencitrakan Pantai Maju bisa diakses oleh publik.

"Biasanya upacara di Monas, kali ini berbeda, tingkat provinsi upacara HUT RI di kawasan Pantai Maju," Kata Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/7).


Simak Video "KPK Geledah 9 Lokasi Terkait Kasus Suap Gubernur Kepri Nonaktif"

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/mae)