Mahasiswa IPB Raih 3 Kemenangan di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 11:47 WIB
Foto: Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 (ist)
Bogor - Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) atau IPB University dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019. Rektor IPB Dr Arif Satria mengapresiasi pencapaian ini dan memotivasi agar mahasiswanya terus mengukir prestasi.

Pengumuman pemenang disampaikan dewan juri dalam acara puncak Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2019 di Swissbell Hotel, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/7/2019) malam.

Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University Safhira Alfarizi meraih juara pertama kategori Program Diploma dan mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB University Mahtuf Ihsan memboyong juara kedua untuk kategori Program Sarjana. Selain itu, Safhira juga terpilih menjadi 'The Most Inspiring Student' dalam kompetisi nasional paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia ini.


Juara pertama kategori Program Sarjana sendiri dimenangkan oleh mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan juara ke-3 berhasil dimenangkan oleh mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November.

Sementara itu untuk Juara ke-2 Kategori Program Diploma dimenangkan oleh mahasiswa Politeknik Elektronik Negeri Surabaya. Juara ke-3 dimenangkan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya.

Rektor IPB University Dr Arif Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kemenangan dua mahasiswa IPB University tersebut. Ucapan selamat juga dia sampaikan kepada para pemenang dari perguruan tinggi lainnya. Dia berpesan kepada para mahasiswa tersebut untuk terus menjadi yang terbaik untuk tetap rendah hati.

Arif Satria juga berpesan kepada mahasiswa berprestasi untuk terus membuat sejarah-sejarah baru. Dia mengatakan keterbelakangan dan kebodohan bukan semata karena buta huruf, namun lebih karena ketidakmauan untuk terlibat dalam proses sejarah.

"Buatlah sejarah-sejarah baru, buatlah footprint- footprint baru dengan memiliki kreativitas dan leadership. Leadership bukan soal posisi, akan tetapi leadership is about influence. Sejarah baru harus dilalui untuk memberikan added value dan multiplier effect bagi kemajuan bangsa. Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional ini merupakan ajang untuk membangun semangat anak-anak bangsa untuk memberikan yang terbaik bagi bangsanya," ujar Arif seperti tertulis dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Jumat (26/7/2019).

Direktur Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Dr Didin Wahidin juga mengapresiasi. Dia menyampaikan tahun ini prestasi mahasiswa mengalami kenaikan.


"Ini mencerminkan naiknya kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan prestasi semakin meningkat, selayaknya disyukuri dengan hati ucapan dan wujudkan dengan kerja nyata, juga untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan umat. Prestasi putra-putri terbaik sebaiknya menjadi sumbangan besar untuk menjadikan bangsa ini sejajar dengan bangsa lain," ujarnya.

Koordinator juri kategori Program Diploma Dr Ilah Sailah juga menyampaikan, secara umum dalam karya ilmiah, tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

"Demo produk mahasiswa juga jauh lebih serius. Demo produknya bukan hanya kecil-kecilan skala laboratorium, namun ada yang sudah diimplementasikan dan semua ada kaitannya dengan revolusi industri 4.0," jelas Dr Ilah. Demikian juga dalam hal penguasan bahasa inggris, juri mengatakan performance finalis jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal serupa disampaikan Koordinator Dewan Juri untuk Kategori Sarjana Prof Sukoharjono. Seluruh juri berharap ke depan pendampingan di perguruan tinggi untuk para mahasiswanya bisa lebih baik agar prestasi mahasiswa Indonesia terus meningkat.

"Tahun ini secara umum dalam karya ilmiah jauh lebih baik, yang berbeda adalah dalam menyampaikan karya ilmiah dimana tahun ini penyampaiannya dalam bentuk poster, hal ini untuk lebih memperjelas gagasan kreatif. Kemampuan bahasa Inggris jauh lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu temuan-temuan baru pun meningkat. Bahkan intensif dalam kegiatan sosial," kata Prof Sukoharjono. (hri/idh)