AS Janji Berikan Setiap Informasi Terkait Hambali

AS Janji Berikan Setiap Informasi Terkait Hambali

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2005 23:18 WIB
Jakarta - Amerika Serikat (AS) berjanji untuk memberikan setiap informasi yang terkait Hambali ataupun ancaman terorisme langsung dan tidak langsung terhadap Indonesia. AS juga berniat untuk mengembalikan Hamcali ke Indonesia."Kami harus melakukannya (berbagi informasi) dan secepat mungkin," kata Koordinator Kontra-Terorisme Departemen Luar Negeri AS Henry A. Crumpton dalam jumpa pers di Kedubes AS, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (18/10/2005).Sementara tentang pemulangan Hambali ke Indonesia, Crumpton belum bisa menentukan waktunya. "Niat kami sangat jelas. Kami berharap dapat mengembalikan dia (Hambali, red) ke Indonesia," katanya.Ketika ditanya kapan akses kepada Hambali akan dibuka atau kapan orang yang diduga terlibat dalam berbagai kegiatan pemboman dan teror di Tanah Air itu dibawa kembali ke Indonesia, Crumpton menjawab, "Saya belum dapat menyatakan kapan."Hambali diduga terlibat dalam berbagai kegiatan pemboman dan teror di Tanah Air. Ia kemudian ditangkap petugas keamanan AS.Dalam kunjungannya di Jakarta, Crumpton telah bertemu dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar. Dalam pertemuan itu kedua pihka saling berbagi informasi menyangkut koordinasi di bidang kebijakan mengenai pemberantasan terorisme.Menjawab pertanyaan pers, Crumpton menyatakan pemerintah AS menyambut baik upaya pemerintah Indonesia melakukan pengkajian kembali terhadap perangkat hukum tentang kontraterorisme."Saya sangat bersemangat melihat usaha mereka dalam bekerja dengan tekun dan bekerja sama dalam menangani terorisme," katanya.Lalu ditambahkannya, "Dengan adanya globalisasi, modernisasi, ancaman senjata pemusnah massal, hal itu benar-benar mengubah bagaimana cara kita melakukan sesuatu. Metode, hukum dan kebijakan harus diubah. Saya gembira bahwa Indonesia melangkah maju melakukan perubahan yang diperlukan." (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads