detikNews
Kamis 25 Juli 2019, 23:32 WIB

Anies Masih Bahas Solusi Atasi Macet di Stasiun karena Ojol

Arief Ikhsanudin - detikNews
Anies Masih Bahas Solusi Atasi Macet di Stasiun karena Ojol Penumpukan ojol di depan Stasiun Palmerah. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku masih membahas perihal teknis penanganan kemacetan kawasan stasiun karena ojek online (ojol). Anies berjanji akan menyampaikan teknis penanganannya kepada publik setelah rampung.

"Ada caranya. Tapi nanti kalau sudah eksekusi, baru diumumin ya. Saya kan selalu begitu. Siapkan dulu, kalau sudah mau jalan, baru diumumkan," ucap Anies kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2019).




Untuk mencegah kemacetan di sejumlah titik karena ojol, Pemprov DKI sempat ingin membuat shelter. Namun tidak semua lokasi yang macet karena ojol memiliki lahan untuk dibuat shelter, termasuk di Stasiun Palmerah, yang sedang ramai dibahas.

"Tapi kalau di tempat seperti (Stasiun Palmerah) itu, mungkin sempit. Nanti ada teknisnya," ucap Anies.

Sebelumnya, Stasiun Palmerah menjadi salah satu stasiun favorit pemberhentian para pekerja Ibu Kota. Ojol pun memadati lokasi ini, sehingga ruas jalan menjadi macet.

detikcom sempat memantau kondisi lalu lintas di Stasiun Palmerah, Jalan Tentara Pelajar, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/7) sekitar pukul 07.50 WIB. Ketika itu, para pengemudi ojol tumpah ruah di jalanan yang mengarah ke Senayan itu.




Mereka menunggu para pekerja yang memesan lewat layanan daring, beberapa ada yang menurunkan penumpang di stasiun.

Para ojol ini memakan satu lajur ke belakang, mepet dengan trotoar Jalan Tentara Pelajar. Mereka ngetem sembari berkutat dengan gawainya, sehingga menimbulkan kemacetan.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI pun mengaku kesulitan untuk menertibkan ojol-ojol tersebut.

"Kesulitannya, kalau belum dapat penumpang, dia belum mau jalan, susah kan. Dia baru mau pergi kalau penumpangnya nyampe," ujar Kasatpel Dishub Tanah Abang Hendra Hernawan saat ditemui di lokasi.




Kesulitan yang dihadapi petugas adalah menggebah para ojol untuk jalan. Hendra bersama personel sekuat tenaga mengatur para ojol.

"Coba dibayangkan 100-200 (ojol) menunggu semua kaya begitu, diam semua nggak mau jalan. Kesulitan saya menggebahnya. Mau jalan atau gimana, ya susah. Paling yang tersisa satu atau dua lajur jalan. Tapi seminimal mungkin kita harus jalan, nggak tertutup jalan," katanya.

Gebah yang dimaksud Hendra adalah meminta ojol tidak terlalu makan banyak lajur jalan. Menurut Hendra, ini adalah solusi pendek yang bisa dilakukan.
(aik/zak)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com