Beredar SMS Berisi Ancaman Bagi Pendatang di Bali

Beredar SMS Berisi Ancaman Bagi Pendatang di Bali

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2005 19:12 WIB
Denpasar - Bali terus memanas pasca ledakan bom 1 Oktober lalu di Kuta dan Jimbaran. Setelah aksi demo menuntut eksekusi terhadap terpidana bom mati Amrozi Cs, kini beredar SMS (layanan pesan singkat) yang berisi ancaman bagi para pendatang di Bali.SMS tersebut beredar luas dalam beberapa hari terakhir. Inti SMS berisi akan ada pembalasan dari orang Bali terhadap orang-orang yang bukan asli Bali.Menanggapi maraknya SMS tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika mengaku khawatir terhadap adu domba antara pendatang dan penduduk asli ini. Ia berharap, masyarakat Bali tidak termakan isu itu."SMS itu mungkin saja dihembuskan oleh kelompok teroris yang menghendaki kekacauan. Maka jangan terbawa oleh situasi seperti itu," ujar Pastika kepada wartawan di ruang kerjanya, Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali, Selasa (18/10/2005).Mengenai adanya keinginan warga Bali agar eksekusi terhadap para terpidana mati bom Bali 12 Oktober 2002, yakni Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron, dipercepat, Pastika mengaku khawatir. Kekhawatiran Pastika, jika buru-buru dieksekusi justru akan meningkatkan aksi terorisme. "Bisa saja terorisme meningkat. Harus kita pikirkan. Siapkah kita menghadapinya," ujar dia. Pastika memahami keinginan warga Bali yang menginginkan agar Amrozi dieksekusi. "Pemerintah pusat dan daerah sudah mendengar aspirasi itu. Mudah-mudahan didengar dengan berbagai pertimbangan. Saya ingatkan, perlu dipikirkan arus balik dari eksekusi itu. Itu harus menjadi pemikiran juga".Menurut Pastika, keinginan eksekusi harus dipikirkan masak-masak. "Sebab mampukah kita menghadapi arus balik, seberapa jauh masyarakat bisa menerima, misalnya dari pelaksanaan eksekusi itu. Perhitungkan sekian langkah ke depan, jangan hanya dikuasai amarah, tetapi harus diikuti logika yang jernih," imbuh Pastika. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads