Operasi Barang Kadaluwarsa, BPOM Semarang Cuma Dapat 2 Biji
Selasa, 18 Okt 2005 16:59 WIB
Semarang -
Menjelang Lebaran tahun ini BPOM Semarang melakukan operasi terhadap barang-barang kadaluwarsa yang beredar di pasaran. Diduga rencana operasi itu bocor. Akhirnya mereka cuma dapat dua biji.Operasi yang membuahkan hasil minim itu terjadi di Pusat Perbelanjaan Makro Semarang, Jl. Majapahit, Selasa (18/10/2005). BPOM didampingi sejumlah staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta LP2K (Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen).Operasi hampir saja gagal karena pihak Makro melarang masuk petugas. Mereka beralasan tidak seorang pun yang boleh memeriksa barang sebelum ada izin dari Kantor Pusat Jakarta. Akhirnya, petugas pun merelakan diri menunggu.Beberapa waktu kemudian, beberapa petugas dipersilakan masuk. Sementara, petugas lainnya ditempatkan di Ruang Store Manager Makro. Pemeriksaan berjalan cepat dan lancar.Dua biji barang yang dianggap bermasalah adalah bumbu dapur dan mackarel. Bumbu dapur dalam kemasan itu dinilai telah kadaluwarsa karena masa pakainya habis per Oktober 2005. Sedangkan mackarel rusak pada kalengnya.Sejumlah wartawan yang ikut dalam operasi itu tampak kecewa. Mereka menduga petugas tidak serius melakukan operasi. Buktinya, mereka menurut saja ketika disuruh menunggu."Kemungkinan besar, pada saat petugas menunggu, pihak Makro sengaja menyingkirkan barang-barang yang kadaluwarsa. Petugas tidak tegas. Buat apa kalau cuma dapat dua biji," tutur salah seorang wartawan sambil meninggalkan lokasi.Sementara itu, BPOM menyatakan akan menyita dua buah barang tersebut. Pihaknya memperingatkan Makro agar lebih berhati-hati menjual barang. Keterangan kadaluwarsa juga harus terlihat jelas."Tiap waktu kami selalu memusnahkan barang yang kadaluwarsa. Biasanya ya menjelang Lebaran begini. Itu kegiatan rutin kami," kata Store Manajer Makro Budi Purnomo.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































