HUT ke-60, LIA Gelar Tes Serentak Kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia

ADS - detikNews
Kamis, 25 Jul 2019 11:02 WIB
Foto: detikcom
Jakarta - Keterampilan berbahasa merupakan modal yang harus dimiliki setiap orang untuk mengenal dunia. Bahasa juga menjadi gerbang utama dalam meraih kesuksesan, terutama di era globalisasi yang menuntut seseorang untuk dapat menguasai bahasa global bila ingin sukses bersaing di dunia internasional.

Hal inilah yang mendasari Lembaga Bahasa LIA untuk terus-menerus mewujudkan komitmennya untuk memberikan pembelajaran bahasa kepada setiap orang.

Lembaga Bahasa LIA yang adalah unit terbesar dari Yayasan LIA, dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-60, mengadakan berbagai rangkaian acara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar bahasa, salah satunya, melalui tes kemampuan berbahasa Inggris.

Mengusung tema "LIA for the Nation", institusi yang berdiri sejak tahun 1959 ini berharap dapat memberikan kontribusi lebih untuk masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia melalui kegiatan pemetaan kemampuan bahasa Inggris para pelajar Indonesia, khususnya siswa SMP dan SMA, yang diberikan secara gratis.

"We are here to serve, semangat kami adalah untuk terus berkontribusi, sebagaimana yang sudah kami lakukan selama ini, fokus kami adalah untuk mempertegas kembali visi misi yang sedari awal menggerakkan institusi ini," ujar Managing Director Lembaga Bahasa LIA Selestin Zainuddin, di SMP Strada Marga Mulia, Rabu (24/7/2019).

Menurut Selestin, LIA kali ini memilih untuk melakukan pemetaan keterampilan bahasa Inggris para pelajar untuk membantu sekolah dan pemerintah agar memiliki gambaran yang riil mengenai profil kemampuan bahasa Inggris siswa Indonesia saat ini, khususnya pelajar SMP dan SMA.

Profil ini diharapkan dapat dijadikan referensi oleh masyarakat dan pemerintah dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia agar memiliki kemampuan bersaing di dunia global.

"Kami menyasar siswa SMP dan SMA karena mereka adalah generasi muda yang harus dipersiapkan dengan baik sebelum menghadapi dunia pendidikan tinggi dan pekerjaan. Lebih muda usia seorang anak dalam belajar bahasa akan lebih baik karena mereka masih dalam periode usia yang memungkinkan mereka untuk menyerap berbagai hal dengan cepat dan mudah. Sayangnya saat ini belum semua Sekolah Dasar menyelenggarakan pendidikan bahasa Inggris dalam kurikulumnya sehingga kami, meskipun ingin, belum dapat mengikutsertakan siswa SD dalam kegiatan ini," terangnya.

HUT 60, LIA Gelar Tes Serentak Kemampuan Bahasa Inggris di IndonesiaFoto:detikcom

Tes kemampuan bahasa Inggris umum ini diikuti oleh 6000 pelajar secara serentak di 120 sekolah, dan dilaksanakan oleh 60 cabang LIA se-Indonesia yang tersebar di berbagai propinsi.

"Kegiatan ini akan dicatatkan dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai pemecahan rekor keempat yang dilakukan oleh LIA," imbuh Togi Sirait, Marketing Manager Lembaga Bahasa LIA yang mendampingi Selestin.

"Di perayaan-perayaan HUT sebelumnya, LIA sudah menorehkan tiga penghargaan dari MURI, yaitu, LIA Goes to School di tahun 2013 yang dicatatkan sebagai mengajar bahasa Inggris secara serentak terbanyak di mana guru-guru kami mengajar di lebih dari 50 sekolah secara serentak, lalu LIA Goes to Community di tahun 2016, di mana siswa-siswi LIA mengajar bahasa Inggris di 57 rumah singgah secara serentak, dan LIA Storytelling di tahun 2017 di mana siswa-siswi LIA membacakan cerita dalam bahasa Inggris di berbagai sekolah secara serentak," Togi menambahkan.

Ketika ditanya mengenai apa tips terbaik dalam belajar Bahasa Inggris, Selestin mengatakan 'practice makes perfect', beliau percaya setiap orang yang terus-menerus berlatih, pada waktunya pasti akan menguasai dengan sempurna, termasuk dalam mempelajari bahasa, dengan kunci utama konsistensi.

"Saya sangat percaya dengan kata-kata itu, practice caranya macam-macam ada reading, listening, maupun speaking, pokoknya konsistensi terus menerus belajar itu sangat penting, ditambah dengan kecanggihan teknologi sekarang memudahkan belajar bahasa, jadi jangan berhenti, practice makes perfect, siswa SD juga bisa memahami bahasa dengan baik asal konsisten," jelasnya.

Sementara itu, Vice Principal SMP Strada Marga Mulia, FX. Erlian Cahyadi mengatakan pihaknya sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh LIA, mengingat tingkat kemahiran bahasa Inggris di Indonesia masih rendah sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan potensi besar bagi setiap orang khususnya para pelajar di Indonesia ini.

"Saya pikir apa yang sudah dilakukan oleh LIA saat ini sudah bagus, karena Indonesia memang kalau mau maju, mau berjuang setidaknya harus menguasai bahasa Inggris sebagai core language, jadi bahasa Inggris itu sudah harus berada dalam susunan core language, karena sekarang arusnya sudah global, sudah mulai perdagangan bebas, sehingga generasi muda seperti di SMP Strada Marga Mulia bisa berkembang, jadi setidaknya kalau ada persaingan global meng-hire pegawai-pegawai di kemudian hari di luar negeri kita bisa bersaing dengan baik," jelas Erlian.

"Jadi sekali lagi saya sangat mendukung apa yang sudah dilakukan LIA, mungkin bisa dipertahankan untuk tahun yang akan datang untuk meningkatkan bahasa Inggris, khususnya bagi pelajar-pelajar, karena kemampuan intelektual untuk menyerap bahasa masih tinggi karena masih di golden age," imbuhnya. (ads/ads)