Edy menyampaikan itu saat pelantikan siswa baru angkatan XXVI SMA Negeri 1 Plus Matauli, Rabu (24/7/2019). Sekolah unggulan ini berada di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Edy mengatakan, memiliki cita-cita bagus untuk menambah motivasi dalam belajar. Tapi itu saja tidak cukup, harus ada usaha dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy lalu mengisahkan dirinya adalah anak seorang pembuat kue. Perjalanan hidup yang membawanya berkarier di jalur TNI tidak lepas dari doa orang tua.
"Emak saya jual kue, bapak saya sersan, anaknya letnan jenderal, hebatkah saya? Tidak, saya tidak hebat jika tanpa doa orang tua. Saya juga bekerja keras untuk itu," katanya.
Dalam kesempatan itu, Edy juga meminta para guru agar tidak mengajar dengan komunikasi satu arah. Komunikasi harus dua arah, sehingga murid lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan.
"Murid tidak harus menghafal, murid harus mengerti, bukan menghafal," katanya.
Menurut Edy, guru tak harus memarahi murid jika tidak mengerti pelajaran yang disampaikan. Guru harus bersabar dan terus mengajari muridnya dengan sungguh-sungguh sampai mengerti.
"Mengajar harus ada rasa kasih sayang, bukan hanya ilmu, budi pekerti juga harus dijadikan landasan untuk memajukan bangsa ini," pungkas Edy. (rul/idh)











































