Perampokan di Taksi Terjadi Lagi, Guru & Perawat Jadi Korban
Selasa, 18 Okt 2005 15:36 WIB
Jakarta -
Para pelanggan taksi harus lebih selektif memilih taksi. Perampokan di dalam taksi kembali terjadi di Jakarta. Kali ini korbannya seorang guru dan perawat. Handphone dan Rp 445 ribu milik kedua orang itu dirampas perampok saat naik taksi. Peristiwa naas itu terjadi Senin (17/10/2005) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban perampokan itu yakni Juwita Baku (36) yang berprofesi sebagai guru dan temannya, Juli Dakrina (26) yang berprofesi perawat di Rumah Sakit (RS) Pasar Rebo. Menurut catatan kriminal Polda Metro Jaya, Selasa (18/10/2005), malam itu, kedua perempuan itu naik taksi dari RS Pasar Rebo menuju rumahnya, Kampung Duku, Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka menumpang taksi Koperasi Taksi (Kotas) dengan nomor polisi B 2973 AU. Tengah sibuk ngobrol dalam perjalanan, tiba-tiba sopir taksi menghentikan taksinya di taman arah masuk tol UKI Kelurahan Dukuh Kramat Jati, Jakarta Timur. "Ban kempes," kata sopir beralasan.Tak dinyana kemudian datang dua pria tak dikenal dan masuk taksi. Mereka langsung mengancam guru dan perawat itu dengan senjata tajam. Tak lama kemudian sopir membawa taksinya berputar-putar ke Grogol, Tomang, Ancol, Tanjung Priok. Selama keliling-keliling itulah, perampok merampas handphone korban yakni Sonny Ericsson T 610 dan Nokia 3650. Mereka juga merampas Rp 445 ribu milik korban. Setelah berhasil menguras hartanya, korban diturunkan di kawasan tol Jatinegara Jaktim. Kasus ini kini ditangani Polsektro Kramatjati. Tiga pria yang diduga menjadi pelaku perampokan masih dalam penyelidikan.
(iy/)










































