Seorang Pasien RSUD Solo Diobservasi Kemungkinan AI

Seorang Pasien RSUD Solo Diobservasi Kemungkinan AI

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2005 15:23 WIB
Solo - Seorang remaja di Solo menderita demam tinggi sepekan terakhir. Dari hasil laboratorioum diketahui dia sakit karena serangan virus. Oleh dokter yang merawatnya di RSUD Dr Moewardi, Solo, dia diobservasi kemungkinan terserang avian influenza (AI) atau flu burung. Apalagi orangtuanya memiliki usaha pemotongan ayam.Remaja berusia 19 tahun tersebut sebelumnya sempat dirawat di RS Islam Solo, namun kemudian dirujukkan ke RSUD Dr Moewardi. Di rumah sakit milik pemerintah tersebut dia dirawat di ruang khusus untuk pasien penyakit gawat yang berlokasi bersebelahan dengan ruang isolasi untuk pasien yang terjangkit flu burung.Dokter yang menangani pasien berinisial KP tersebut, dr Reviono SpP, mengatakan, selama dalam observasi dia memberlakukan standar perawatan pasien kasus AI untuk anak tersebut."Kami memang menempatkan dia pada ruang khusus, terpisah dari pasien lain karena sedang dilakukan observasi terhadapnya. Namun demikian bukan di ruang isolasi pasien AI. Jika nanti ternyata dia positif terjangkit virus AI maka akan dipindah ke kamar isolasi," paparnya kepada wartawan, Selasa(18/10/2005).Dari hasil lab, lanjut Revi, diketahui bahwa pasien asal Kartosuro, Sukoharjo, tersebut memang sakit akibat serangan virus. Hal itu diketahui dari lecosit dalam darahnya yang hanya mencapai 1.200/CC, padahal jumlah normalnya haru mencapai 4.000 hingga 11.000/CC. Lecosit di bawah 4.000, kata Revi, dipastikan karena pasien terserang virus."Kami masih melakukan observasi atas diri pasien. Statusnya masih lebih rendah di bawah suspect. Suspect juga belum tentu positif. Untuk pasien kami ini, bukan tidak mungkin terserang virus lainnya. Bisa saja dia terserang campak karena tanda-tanda penyakit itu juga didahului dengan panas badan tinggi sebelum keluar bintik-bintik campaknya," lanjut Revi.Lebih lanjut dikatakannya bahwa selain melakukan pemisahan ruang perawatan, pihak rumah sakit juga melakukan pemantauan intensif dengan melakukan foto rontgen, serta ketahanan tubuhnya. Lankah lain yang akan dilakukan adalah melakukan swap atau usap tenggorok untuk mengetahui jenis virus yang menyerang.Revi mengatakan, KP adalah pasien ketiga yang diobservasi penyakit flu burung di rumah sakit tersebut dalam 30 hari terakhir. Sebelumnya adalah seorang balita dan seorang pasien dewasa. "Namun dua lainnya dinyatakan negatif virus AI dan hanya terkena ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) saja," paparnya. (nrl/)


Berita Terkait