Korban Kebakaran Ruko Harmoni Plaza Tuntut Ganti Rugi
Selasa, 18 Okt 2005 14:46 WIB
Jakarta -
Berharap mendapat rezeki dengan mendapatkan pekerjaan, justru musibah menimpanya. Suryanti (21), kini terbaring di RSUD Tarakan dengan kondisi cukup memprihatinkan. Suryanti menuntut PT Panca Kusuma mengganti segala macam biaya pengobatan meski dirinya bukan karyawan perusahaan tersebut."Saya memang bukan karyawan, tapi saya datang ke sana untuk memenuhi panggilan pekerjaan. Jadi sudah seharusnya mereka bertanggung jawab," kata Suryanti lirih kepada detikcom di RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/10/2005).Perempuan bermata sipit ini masih terbaring lemah. Tangan kirinya dipasang pen karena patah dan hingga kini belum bisa digerakkan. Dadanya sakit dan sesak serta beberapa bagian tubuhnya menderita luka sayatan. Suryanti menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan uang sedikitnya Rp 6 juta untuk biaya operasi. Uang sebesar itu belum termasuk biaya obat dan kamar.Mahasiswa semester empat Universitas Atma Jaya ini menceritakan kenangan pahitnya ketika mendatangi PT Panca Kusuma untuk panggilan wawancara sebagai sales office. Baru 10 menit menunggu panggilan di lantai dua, tiba-tiba Suryanti merasa AC tidak lagi dingin, lampu mati dan kaca-kaca di sekeliling ruangan pecah. Bersama tiga orang karyawan, perempuan yang hampir dua tahun berada di Jakarta ini mencoba turun ke lantai bawah. Namun asap tebal sudah mengepul di ruangan tersebut. Akhirnya mereka berlari ke arah jendela yang kacanya sudah pecah dan melompat keluar. Ada dua orang yang mencoba menangkapnya dengan memakai tangan, namun luput. "Akhirnya saya jatuh di lantai aspal yang banyak pecahan kacanya," ujarnya.Dengan kejadian yang menimpanya itu, Suryanti berencana akan serius kuliah tanpa memikirkan untuk memperoleh pekerjaan. "Masalah pekerjaaan akan dipikirkan setelah kuliah selesai," tukasnya.
(atq/)










































