Balai POM DIY Operasi Parsel

Balai POM DIY Operasi Parsel

- detikNews
Selasa, 18 Okt 2005 14:27 WIB
Yogyakarta - Menjelang hari Idul Fitri, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar operasi di sejumlah toko swalayan dan supermarket untuk memeriksa beberapa makanan kemasan yang sudah kadaluwarsa. Namun dari beberapa tempat yang didatangi petugas, tidak terdapat indikasi makanan kadaluwarsa. Yang ada hanya makanan yang sudah rusak kemasannya dan produk makanan yang menyesatkan konsumen. Operasi yang dilakukan hari ini, Selasa (18/10/2005) dilakukan serempak di sejumlah supermarket dan swalayan di Kota Yogyakarta. Beberapa supermarket yang diperiksa petugas di antaranya Hero Malioboro Mall, Supermarket Ramai di Jl Ahmad yani, Toko Progo di Sriwedani, Toko Mekar Jaya di Jl Pajeksan, Gardena di Jl Urip Sumoharjo, dan Mirota Kampus.Di Supermarket Hero Malioboro, petugas mengamankan beberapa produk makanan dan minuman kaleng yang kemasannya rusak atau penyok. Produk makanan dan minuman kemasan yang rusak tetapi masih dipajang di rak langsung diambil petugas dan dicatat satu per satu. Disaksikan oleh pengelola supermarket, petugas juga menyita produk makanan kaleng namun label rusak atau mengelupas, meski kalengnya tampak utuh dan tidak rusak.Demikian pula saat melakukan operasi di Supermarket Ramai dan Toko Progo, petugas langsung mendatangi tempat berbagai parsel yang dipajang serta rak-rak makanan. Berbagai parsel yang dipajang di rak langsung diperiksa petugas. Bila ada yang mencurigakan, petugas tak segan-segan langsung membuka bungkusnya untuk memastikan kondisinya. Di tempat itu, petugas menyita sekitar lima biskuit yang kalengnya penyok. Selain itu juga mengamankan beberapa kaleng makanan jenis sosis dan jamur dengan kondisi kaleng penyok dan label atau kertas kemasan rusak. Beberapa produk makanan kaleng impor dari Malaysia dan Cina juga ada yang diamankan petugas. "Tidak hanya kalengnya yang penyok, tapi kalau labelnya juga rusak, akan kami sita. Sedang untuk makanan kaleng impor kalau belum terdaftar di Departemen Kesehatan juga akan kami sita," kata Zulaimah, ketua tim Balai POM DIY, saat melakukan operasi di Supermarket Ramai.Selain itu, petugas juga mengamankan belasan botol produk madu karena menyalahi aturan dalam mencantumkan isi dan komposisinya. "Madu jenis ini terdaftar sebagai produk makanan. Karena mencantumkan khasiat sebagai obat, ini juga harus kita sita. Ini bisa menyesatkan konsumen. Produk makanan dikatakan sebagai obat, itu tidak boleh," kata Zulaimah.Menurut Zulaimah, pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan operasi dan pengawasan ketat di sejumlah supermarket dan toko swalayan untuk mengantisipasi beredarnya makanan kadulawarsa dan rusak. Semua supermarket dan toko swalayan yang ada di DIY akan diperiksa petugas. Sebab biasanya menjelang lebaran dan saat bulan puasa banyak masyarakat yang mengkonsumsi makanan kemasan. Hal ini untuk mencegah agar swalayan ataupun supermaket menjual barang kadaluwarsa yang tak layak dikonsumsi masyarakat. Pada tahun-tahun sebelumnya banyak ditemukan makanan yang kadaluwarsa di berbagai swalayan. Hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat jika mengkonsumsinya. "Kami tak ingin kecolongan lagi. Bila ada barang yang kedapatan kadaluwarsa akan segera kami sita dan dimusnahan. Sedangkan bagi pemilik swalayan akan diberi penyuluhan agar selalu mengkontrol makanan yang dijualnya," tegas Zulaimah. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads