Selain Flu Burung, Mutiara Gayatri Derita Gizi Buruk
Selasa, 18 Okt 2005 13:54 WIB
Jakarta -
Selain probabel flu burung, pasien terlama RSPI Sulianti Saroso, Mutiara Gayatri (7), ternyata menderita gizi buruk. Berat badan bocah berambut panjang itu saat baru dirawat hanya 10 kg.Kondisi inilah yang mempersulit penyembuhan Mutiara, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dibanding pasien flu burung atau suspect flu burung lainnya yang sempat dirawat di RSPI.Saat ini, kata Kepala Bidang Informasi dan Surveillance KLB Flu Burung RSPI dr Ilham Patu di kantornya, Jalan Sunter Baru, Jakarta, Selasa (18/10/2005), prioritas pertama penanganan terhadap Mutiara adalah memperbaiki gizinya."Sekarang ini masalahnya ia adalah probabel AI (avian influenza/flu burung), ada pneumonia, dan yang mengkhawatirkan, ia menderita malnutrisi. Maka penanganan yang kita lakukan selain terapi dan manajemen pengobatan, kami juga memberikan penanganan gizi buruknya," papar Ilham.Diungkapkan Ilham, sebelum Mutiara masuk, berat badannya memang tidak sesuai dengan berat badan anak seusianya. Saat ditimbang, berat badan Mutiara hanya 10 kg. Padahal berat badan Mutiara harusnya di atas 10 kg."Maka saat ini perawatan yang kami berikan yaitu memberikan nutrisi sesuai berat badannya. Bila berat badannya 10 kg, maka kebutuhan gizinya antara 50-75 kalori per kg berat badan. Jadi dia diberi 750-1.000 kalori per hari," urai Ilham.Kondisi Mutiara yang terlihat semakin kurus kini sudah stabil. Suhu tubuhnya 36,4 derajat Celcius, pernafasan 30 dan tidak pakai alat bantu lagi. Saat ini Mutiara dirawat di ruang ICU. Sebelumnya Mutiara sempat dirawat di ruang isolasi Cempaka setelah sebelumnya dirawat di ICU. Namun karena tiba-tiba kondisinya memburuk lagi, ia dipindahkan kembali ke ruang ICU.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































