Korban Luka Kebakaran Ruko di RSUD Tarakan Tinggal 3 Orang
Selasa, 18 Okt 2005 13:24 WIB
Jakarta - RSUD Tarakan yang Senin kemarin disibukkan dengan kedatangan korban kebakaran ruko PT Panca Kusuma kini terlihat lebih tenang. Sebagian besar korban sudah dipulangkan.Hingga Selasa (18/10/2005), RSUD Tarakan tinggal merawat 3 korban lagi, yakni Finfin, Suryanti, dan office boy perusahaan naas itu, Hartono (33).Sedangkan 3 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dan diharuskan rawat jalan, dan 1 korban lagi, Teti, dirujuk ke RSCM karena tenggorokannya bengkak.Pukul 10.00 WIB, Finfin sempat dirontgen torax karena keluhan sesak nafas. Namun secara fisik ia tidak mengalami luka bakar.Sedangkan Hartono sempat mendapat jahitan di beberapa bagian tubuhnya. Ia menderita luka di tangan kanan dan punggungnya akibat terkena pecahan kaca. Saat dibawa ke RS Tarakan, Hartono dalam keadaan pingsan.Dalam pengakuannya, Hartono mengaku sempat melihat Iswandi menyiramkan bensin ke ubin di lantai dasar. Melihat kejadian itu, ia langsung memanggil petugas keamanan."Waktu petugas datang ke sana, Iswandi malah melempar korek api yang menyala. Setelah itu ia langsung lari," ungkapnya.Saat itu, petugas keamanan sempat mengejar Iswandi yang kemudian ditangkap dalam kondisi babak belur. "Kalau saya ikut lari, besar kemungkinan saya tidak mengalami luka sedikit pun," tuturnya.Hartono masih bertahan di lokasi kejadian, karena begitu melihat kobaran api, ia berusaha memanggil karyawan yang ada di lantai dua ruko tersebut.Tetapi tidak disangka, tiba-tiba kaca ruko pecah dan serpihannya mengenai dia. Ia sempat ke luar gedung sebelum akhirnya jatuh pingsan.Orangnya KalemHartono yang baru 3 minggu bekerja di perusahaan kimia tersebut mengaku mengenal Iswandi sebagaimana layaknya sesama karyawan."Saya kenal dia karena kita sering salat dan makan bareng tapi tidak terlalu dekat. Rumahnya saja saya nggak tahu," kata dia.Namun sepanjang pengetahuannya, Iswandi orangnya kalem, bukan tipe pemarah dan gampang meledak-ledak. Karena itu ia kaget melihat aksi Iswandi yang nekat membakar ruko."Tapi saya paham kenapa dia kalap. Mungkin karena sebentar lagi Lebaran eh... dia malah dipecat," katanya.Mengenai biaya rumah sakit, Hartono menuturkan, pihak perusahaan sudah berjanji akan menanggungnya.Akibat aksi nekat Iswandi, 3 rekannya meninggal di lokasi kejadian karena terlalu banyak menghisap asap. Sedangkan 8 orang lainnya mengalami luka-luka.
(umi/)











































