RSUD Tarakan Rawat 21 Pasien DBD
Selasa, 18 Okt 2005 12:18 WIB
Jakarta - Menjelang musim hujan, wabah demam berdarah dengue (DBD) mengancam warga Jakarta. Selama bulan Oktober 2005, RSUD Tarakan, misalnya telah merawat 86 pasien DBD. Selasa (18/10/2005), RSUD Tarakan masih merawat 21 pasien."Dari 21 pasien, 6 di antaranya anak-anak. Jumlah itu termasuk tiga pasien yang masuk kemarin," kata Kepala Bidang Perawatan RS Tarakan Atiyah, kepada wartawan di RSUD Tarakan, Jalan Kiai Caringin no 27, Harmoni, Jakarta, Selasa (18/10/2005).RSUD Tarakan telah siap mengantisipasi wabah DBD yang diprediksi Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari akan meningkat selama Oktober-November. Dari segi sumber daya manusia (SDM), RS ini telah melakukan kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). RSUD Tarakan juga menyiapkan 50 buah velbed. Dari jumlah itu, hingga hari ini baru 2 velbed yang dipakai. "Dari segi obat dan alat, kita siap. Artinya kapanpun jumlah pasien DBD membludak RSUD Tarakan siap menampung," kata Atiyah. Nyaris tiap bulan mulai Januari 2005, RSUD Tarakan merawat pasien DBD. Pada Januari merawat 73 pasien, Februari 262 pasien, Maret 193 pasien, April 145 pasien, Mei 132 pasien, Juni 136 pasien, Juli 105 pasien, Agustus 268 pasien, Septemebr 232 dan Oktober 86 pasien.Sementara itu, jumlah korban meninggal tertinggi terjadi pada bulan Februari dan Agustus yakni 5 orang. Kemudian disusul Juni dan Oktober meninggal 3 orang, Maret dan April 2 orang.
(iy/)











































