detikNews
Selasa 23 Juli 2019, 11:53 WIB

Rey Utami-Benua Seret Barbie Kumalasari di Kasus 'Ikan Asin'

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Rey Utami-Benua Seret Barbie Kumalasari di Kasus Ikan Asin Barbie Kumalasari (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta - YouTuber Rey Utami dan Pablo Benua 'cuci tangan' soal vlog 'ikan asin'. Tidak hanya menyalahkan manajemennya, keduanya juga menyeret Barbie Kumalasari, istri Galih Ginanjar dalam kasus ini.

Hal itu diungkapkan oleh keduanya melalui surat yang ditulis di Rutan Polda Metro Jaya tanggal 18 Juli 2019. detikcom mendapatkan surat itu dari tim kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua. Dalam surat tersebut, Rey Utami dan Benua mengungkap bahwa video tanggal 31 Mei 2019 itu atas suruhan Kunalasari.

"Bahwa pada tanggal 31 Mei 2019 saat video tersebut dibuat sesungguhnya Kumalasari lah yang telah menyuruh Galih Ginanjar untuk menceritakan tentang Fairuz," tulis Benua seperti dilihat detikcom, Selasa (23/7/2019).



Menurut Benua, Kumalasari punya motif dalam vlog 'ikan asin' itu. Sebab menurutnya, Kumalasi menaruh dendam kepada keluarga Fairuz.

"Karena Kumala mengatakan bahwa dirinya kesal, dulu dia sempat disebut tante oleh keluarga Fairuz. Ditambah Kumala mengatakan bahwa dia ingin melihat Galih dan Fairuz ribut," imbuhnya.

Benua menegaskan bahwa pernyataan yang dia buat soal keterangan Kumalasari adalah fakta. Dia menyimpulkan hal ini berdasarkan gestur Galih yang dia lihat saat diwawancara yang selalu melihat ke arah Kumalasari.

"Hal ini adalah kenyataan atau fakta karena bisa di lihat di video Galih selalu melirik ke sebelah kiri dimana segala sesuatu yang diucapkan Galih adalah arahan dari seseorang yang ada disebelah kiri video tersebut dan itu adalah Kumalasari," tuturnya.



Benua juga menyebut bahwa Kumalasari yang menuruh Galih untuk menjelekkan Fairuz berdasarkan bukti chat WhatsApp.

"Selain itu, di dalam chat WA Kumala telah mengakui bahwa Galih berani ngomong soal Fairuz itu karena disuruh oleh Kumalasari. Sehingga, melalui surat ini saya ingin sampaikan kepada penyidik, Kasubdit Cyber dan Dir Krimsus Polda Metro Jaya untuk bertindak seadil-adilnya," sambungnya.

Keduanya menuding Kumalasari punya peran penting dalam kasus ini. Mereka ingin polisi juga menetapkan Kumalasari sebagai tersangka di kasus itu.

"Kumalasari diduga keras sebagai orang yang paling berperan penting di dalam kasus tersebut. Dan saat polisi mengembambangkan dan mengusut kasus tersebut sampai ke akar-akarnya menurut saya Kumalasari sudah sepantasnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana Pasal 55 KUHP," tandasnya.


Pablo Benua Sampaikan Permohonan Maaf Terkait ''Ikan Asin'':


(mei/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com