WHO: Asia Tetap Jadi Fokus Perangi Flu Burung
Selasa, 18 Okt 2005 11:40 WIB
Jakarta - Meski flu burung telah menyebar hingga ke Eropa, namun Asia masih tetap menjadi fokus upaya global dalam memerangi penyakit mematikan itu. Demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Penyebaran virus H5N1 melalui burung-burung yang bermigrasi melewati Rusia dan masuk ke Turki dan Rumania memang telah meningkatkan risiko penularan ke manusia."Namun sumber masalah ini masih di Asia dan penyakit ini telah menjadi endemi besar di sebagian besar Asia. Jadi kita harus seimbang dalam pendekatan kita," tukas Mike Ryan, kepala siaga pandemi flu burung WHO."Skala masalah ini dan skala penanganan virus ini di lingkungan Asia sangatlah sulit," cetus Ryan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/10/2005).Pejabat-pejabat kesehatan dunia meyakini bahwa intensitas penyakit flu burung di benua asalnya, Asia, menjadikan wilayah itu sebagai potensial sumber pandemi flu antarmanusia."Pandemi kemungkinan akan berawal di salah satu negara Asia Tenggara karena mereka mengalami wabah avian flu berkelanjutan," ujar Direktur Jenderal WHO Lee Jong Wook dalam pertemuan internasional di Jenewa, Swiss.Lebih dari 60 orang telah meninggal akibat flu burung di Asia sejak tahun 2003 lalu. Dan sekitar 117 orang telah terinfeksi melalui kontak dengan unggas yang terjangkit flu burung.Pakar-pakar kesehatan dunia mengkhawatirkan virus flu burung bisa bermutasi dengan virus flu biasa, sehingga menghasilkan pandemi flu yang bisa menewaskan jutaan orang di seluruh dunia. Untuk itu WHO menyerukan perlunya pendekatan global untuk memerangi wabah ini."Kita perlu memiliki strategi bersama. Kita harus menangani penyakit avian ini," tandas Ryan. Menurut rencana, para delegasi pemerintah dan badan-badan internasional akan menggelar konferensi mengenai flu burung di Jenewa pada 7 hingga 9 November mendatang.
(ita/)










































