Sepakati Perbatasan Darat RI-Timor Leste, Wiranto: Secara Prinsip Sudah Selesai

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 22 Jul 2019 17:38 WIB
Menko Polhukam Wiranto bersama Menlu RI Retno Marsudi serta Menteri Perencanaan dan Investasi Timor Leste Xanana Gusmao. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Sengketa perbatasan darat antara Pemerintah RI dan Timor Leste berakhir. Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao menemui Menko Polhukam Wiranto untuk menyepakati perihal perbatasan di antara kedua negara.

"Pertemuan ini sudah kita rencanakan sejak lama karena akan membicarakan sesuatu hal yang sangat strategis, yang sangat penting untuk kedua negara. Di sini beliau (Xanana Gusmao) datang, kapasitas beliau sebagai Special Representatif of Government of Timor Leste, sebagai ketua perunding perbatasan Timor Leste," ujar Wiranto saat jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).



Kesepakatan ini juga disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Wiranto mengatakan, meski ada konflik masa lalu, kedua pemerintahan dapat menyelesaikan masalah perbatasan, yang dinilainya lebih cepat lebih baik.

"Nah, dalam pertemuan tadi kita sudah bersama mengingatkan bahwa meskipun di masa lalu kita pernah berkonflik, kemudian kita juga berjanji untuk melupakan masa lalu, menatap masa depan dengan basis persaudaraan dan perdamaian yang abadi, dan dari basis itulah kita kemudian tentunya lebih mudah untuk menyelesaikan berbagai masalah perbatasan dan ternyata betul. Beliau tadi sudah menyampaikan satu usulan lebih cepat lebih baik," kata Wiranto.

Kesepakatan ini, dikatakan Wiranto, dibuat dalam suasana persahabatan. Pengaturan teknis di beberapa titik perbatasan juga telah disepakati.



"Saudara sekalian, dalam pertemuan yang dilangsungkan dalam suasana bersahabat tersebut, kami telah sepakat mengenai penyelesaian batas darat to unresolved segments, yaitu di Noel Besi-Citrana dan Bijael Sunan-Oben. Selain itu, telah kita sepakati pengaturan teknis yang terkait Haumeni Ana, Passabe, dan Notaingede," ucap Wiranto.

Kesepakatan ini, dikatakan Wiranto, secara prinsip sudah selesai. Setelah ini akan dilanjutkan kesepakatan batas maritim.

"Lalu dengan selesainya perundingan unresolved segments ini, dapat kami sampaikan kepada Saudara-saudara sekalian dan masyarakat bahwa semua perundingan batas darat secara prinsip sudah selesai. Kita akan melanjutkan tentunya nanti saya katakan tadi untuk melanjutkan batas maritim," sebut Wiranto.

Finalisasi kesepakatan ini akan dituangkan dalam perjanjian kedua negara. Perjanjian tersebut, ujar Wiranto, akan menyeluruh dari kedua negara.

"Selanjutnya kesepakatan ini akan kita finalisasi atau difinalisasi senior officer consultation untuk dituangkan dalam adendum dua, yaitu perjanjian batas tahun 2005 dan nantinya tentunya akan dituangkan dalam perjanjian komprehensif RI dan Timor Leste," imbuh Wiranto.

Sementara itu, Xanana mengucapkan terima kasih atas kesepakatan ini. Senada dengan Wiranto, Xanana mengatakan secara prinsip RI-Timor Leste telah menyepakati batas darat kedua negara.

"Saya atas nama Timor Leste dan rakyat Timor Leste saya mengucapkan rasa terima kasih banyak kepada Pak Wiranto dan Menlu Ibu Retno atas kesempatan ini yang kami bertiga ke sana-ke sini," ujar Xanana.

"Hari ini kita bisa bilang bahwa belum akhirnya, tapi secara prinsip kita sudah punya kesepakatan untuk bagaimana batas darat bisa... tadi Pak Wiranto bilang nanti teknisi-teknisi akan ke sana akan melanjutkan apa yang kami bilang supaya bisa menyelesaikan," jelasnya.



Simak Juga 'Wiranto Soroti Peristiwa Mengancam Keamanan Nasional':

[Gambas:Video 20detik]

(rvk/rvk)