detikNews
Senin 22 Juli 2019, 16:36 WIB

Kampanye 4 Pilar Melalui Outbound ke Menwa, MPR Harapkan Ini

Mustiana Lestari - detikNews
Kampanye 4 Pilar Melalui Outbound ke Menwa, MPR Harapkan Ini Foto: MPR
Jakarta - Anggota Lembaga Pengkajian MPR, Wahidin Ismail, mengatakan, dirinya optimis akan masa depan Indonesia, setelah melihat semangat anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) saat mengikuti Outbond Bela Negara.

Menurutnya, para Menwa sebagai generasi muda diakui mempunyai peran penting dalam ikut menjaga dan merawat Indonesia.

Hal ini dia sampaikan dalam penutupan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan metode outbond Bela Negara yang diikuti oleh 100 Menwa se-Sulawesi Utara, Manado, 21 Juli 2019.

"Dengan sosialisasi ini semakin sempurna bagi Menwa untuk melanjutkan cita-cita pendiri bangsa. Kalian harus menjadi virus yang baik untuk persatuan bangsa. Apalagi peserta menunjukkan disiplin yang tinggi", kata Wahidin dalam keterangan tertulis, Senin (22/7/2019).


Pria asal Aceh itu mengingatkan suatu bangsa akan mati bila tidak mampu merawat dan mengelola potensi yang dimiliki. Ia menyebut Uni Soviet, Yugoslavia, dan beberapa negara lainnya pecah dan bubar karena tidak bisa merawat dan mengelola keberagaman yang dimiliki.

"Dengan demikian tak ada jaminan sebuah bangsa akan terus bertahan," tuturnya.

Indonesia, dikatakan merupakan sebuah negara yang wilayahnya, padat penduduknya, beragam budaya, adat, bahasa, dan agamanya. Apa yang dimiliki negara ini di satu sisi adalah kekayaan namun di sisi yang lain adalah potensi perpecahan.


Bangsa ini barusan menyelenggarakan Pemilu yang sangat dinamis. Untuk itu Wahidin berharap ke depan kita semakin menyatu. "Bangsa ini telah menghadapi berbagai cobaan dan lulus dalam ujian itu," ucapnya.

Masih bersatunya Indonesia diakui oleh mantan anggota DPD dari Papua Barat itu, karena anugerah dari Tuhan dan bangsa ini mampu merawat titipan dari pendiri bangsa yakni ikatan dalam keragaman yang menjadi pegangan bersama.

Salah satu anggota Menwa, Thahir, mengatakan pendidikan Pancasila mulai redup sehingga anak-anak dan generasi muda mulai kehilangan jati diri bangsa.

Dia menilai, dengan diselenggarakan outbond merupakan langkah taktis untuk mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan guna menangkal pengaruh budaya dan ideologi yang tak sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai luhur.

Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada pemateri dan pelatih dalam acara yang digelar mulai 19 Juli ini. Thahir berharap kegiatan seperti bisa lebih banyak.

"Sebab masih banyak masyarakat awam terhadap Pancasila sehingga rawan disusupi budaya dan ideologi yang tak sesuai dengan nilai-nilai bangsa," ungkapnya.

Kesan dan pesan juga disampaikan oleh anggota Menwa lainnya, Devita Perwana. Ia terkesan dengan kegiatan yang pelatihnya datang dari Kopassus itu.

"Membuat wawasan saya bertambah," tuturnya.

Sama dengan Thahir, Devita ingin kegiatan ini juga dilakukan di perguruan-perguruan tinggi. "Karena banyak masyarakat yang belum tahu Empat Pilar," ungkapnya.


(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com