detikNews
Minggu 21 Juli 2019, 10:25 WIB

Ferdinand PD Protes Pelebaran Trotoar Cikini: Jalan Makin Sempit!

Tsarina Maharani, Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Ferdinand PD Protes Pelebaran Trotoar Cikini: Jalan Makin Sempit! Pelebaran trotoar Cikini (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Proyek pelebaran trotoar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat mendapat kritik dari Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Menurut Ferdinand, pelebaran trotoar itu bikin jalan untuk kendaraan bermotor jadi sempit dan macet.

Keluhan itu mula-mula disampaikan Ferdinand lewat akun Twitter @FerdinandHaean2. Dia menyertakan foto kemacetan di Cikini.

"Jakarta itu jalanannya macet, ruas jalan tak lg ideal dgn jumlah kendaraan. Tp koq bs Pemda DKI merampas badan jalan untuk meperlebar trotoar hingga 3 mtr lebih. Cikini yg slm ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 mtr utk pejakan kaki. @DKIJakarta," tulis Ferdinand pada Jumat (19/7).



Saat dikonfirmasi, ia mengaku menyayangkan proyek pelebaran trotoar itu karena mengambil bagian badan jalan untuk mobil. Padahal, kata dia, trotoar selebar 1,5 meter sudah cukup memfasilitasi pejalan kaki.

"Trotoar cukup memadai, lebarnya sekitar 1,5 meter hanya kumal dan jelek. Sekarang Pemda DKI memperlebar trotoar hingga kurang lebih 3 meter. Bahkan tampaknya lebih dengan mengambil badan jalan, sehingga lebar jalan semakin menyempit, sementara trotoar makin lebar," kata Ferdinand kepada wartawan, Minggu (21/7/2019).



Ferdinand tiap hari melintasi kawasan Cikini. Ia mengeluhkan kondisi lalu lintas yang kian macet akibat pengerjaan proyek tersebut.

"Saya orang yang hampir setiap hari melintasi Cikini sesuai dengan aktivitas saya sehari-hari. Jalan itu selama ini sudah lumayan padat karena satu jalur di kiri deretan kantor Pos Cikini diambil parkir satu jalur. Cikini yang selama ini padat, makin padat," ujarnya.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean / Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean / Foto: dok. pribadi


Menurutnya, kebijakan Pemprov DKI Jakarta kali ini keliru. Ferdinand menilai trotoar yang sudah ada hanya perlu dipoles agar lebih indah dipandang.

"Semestinya Pemda DKI jangan mengurangi lebar jalan, ini keliru namanya. Lebar trotoar lama 1,5 meter cukup untuk digunakan pejalan kaki, tapi memang harus dipercantik trotoarnya untuk memenuhi kriteria kota kelas dunia," sebut Ferdinand.

"Pertanyaan sekarang, untuk apa trotoar 3 meter lebih? Tidak rasional sementara jalanan akan bertambah padat karena jalur akan berkurang," tegas dia.



Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugraha membenarkan bahwa lajur untuk kendaraan bermotor dikurangi demi melebarkan trotoar di Cikini. Dia menyebut hal ini sebagai wajah baru Jakarta.

"Untuk wajah Jakarta baru, ke depan memang trotoar kita lebarkan dan lajur jalan kita kurangi. Prioritas utama adalah pejalan kaki, sepeda, kendaraan umum berbasis rendah emisi dan baru kendaraan pribadi," kata Hari saat dihubungi.

Ferdinand PD Protes Pelebaran Trotoar Cikini: Jalan Makin Sempit!Foto: Rencana revitalisasi trotoar Cikini - Kramat Raya (Youtube Bina Marga DKI)


Sebelumnya diberitakan, trotoar di kawasan Cikini dan Jalan Kramat Raya direvitalisasi sejak Juni 2019 lalu. Makin lebar, trotoar akan dilengkapi dengan ubin pemandu tuna netra, signage, bollard, bangku, wayfinding hingga spot kolaborasi seni.

Total trotoar yang akan direvitalisasi sepanjang 10 kilometer dan memakan biaya Rp 75 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2019.


Simak Video "Momen Kocak BPN Prabowo Serahkan Ferdinand Hutahaean ke TKN Jokowi"

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com