detikNews
Sabtu 20 Juli 2019, 13:31 WIB

Cerita CEO Transmedia Sebagai Wanita Karir Sukses

Rolando - detikNews
Cerita CEO Transmedia Sebagai Wanita Karir Sukses Foto: Atiek Nur Wahyuni dalam acara 'Wanita Partner Profesional di Era Digital'. (Roland-detikcom).
Jakarta - CEO Transmedia, Atiek Nur Wahyuni mengungkapkan kisah sebagai seorang wanita yang sukses berkarir. Atiek awalnya bercerita dia tidak memiliki cita-cita sebagai seorang CEO.

Hal tersebut disampaikan Atiek dalam acara 'Wanita Partner Profesional di Era Digital', di Ballroom K-Link Tower, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019). Atiek didapuk menjadi pembicara utama di hadapan para kaum wanita yang mendengarkannya dengan antusias.

"Pada awal saya bekerja, saya tidak punya cita-cita untuk jadi CEO. Mungkin juga nggak pernah terpikir ya, tapi saya ingin bekerja. Saya kuliah di Universitas Trisakti dan setelah lulusan saya ingin bekerja. Tapi di situ saya sudah menentukan ingin bekerja di marketing, karena pada dasarnya saya suka marketing," kata Atiek.

Atiek yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan media lainnya mengatakan selalu menerapkan prinsip bahwa dirinya harus menjadi yang terbaik. Karena menurutnya sebagai seorang wanita karir dia tidak tahu kapan kesempatan baik akan datang.

"Tapi apa yang saya lakukan, saya selalu di mana pun saya bekerja, saya selalu menerapkan 'saya harus menjadi orang yang terbaik, yang paling berprestasi di antara seluruh pekerja yang lain'," ucapnya.

"Sehingga kenapa kita harus menjadi yang terbaik. Karena pada saat kita tidak pernah tahu kesempatan itu datangnya kapan, kita tidak pernah tahu peluang di perusahaan kita kapan datang. Karena struktur organisasi bisa berubah, keadaan bisa berubah. Kita harus siap menjenjang karir kita. Di mana pun kita berada harus selalu siap untuk menjadi yang terbaik," lanjutnya.

Cerita CEO Transmedia Sebagai Wanita Karir SuksesFoto: Atiek Nur Wahyuni dalam acara 'Wanita Partner Profesional di Era Digital'. (Roland-detikcom).
Sebagai wanita karir, Atiek mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi saat bekerja adalah masalah waktu. Dia mengungkapkan bagaimana cara mengatur waktu sehingga segala pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

"Sebetulnya kalau masalah tantangan sebenarnya waktu, kalau kita berkarir kita makin tinggi jabatannya, tentu waktu yang dikonsumsi dipastikan makin banyak. Di situ bagaimana kita mengatur waktu, membagi waktu kita dari satu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain, sehingga kita bisa mengerjakan itu semua dengan baik. Tentunya di sini kita pilih mana yang sekunder dan primer," tuturnya.

Selain mengatur waktu, Atiek menerapkan kerja tim yang kuat dan solid di dalam mencapai tugas-tugasnya. Atiek mengatakan tidak bisa bekerja secara individual.

"Kedua adalah kita harus punya tim yang baik, solid, strong, dia adalah yang membantu kita mencapai tugas-tugas kita. Tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan kita ditunjang tim, makanya memilih orang yang baik," sebutnya.

Meski sebagai wanita karir yang giat bekerja, Atiek menyempatkan berbagi waktu dengan sang anak. Apalagi era digital sekarang ini dapat membantu orang tua bisa berbagi waktu dengan anak.

"Pada waktu dulu saya kerja Senin-Jumat, kadang juga sampai malam, tapi Sabtu-Minggu saya dedikasikan untuk anak saya," ungkap Atiek.

"Membagi waktu dengan baik, menyiapkan untuk anak kita dulu untuk pergi sekolah. Setelah itu kita pergi bekerja. Nanti anak sudah pulang, kita bisa pulang dulu. Apalagi sekarang era digital, saya rasa bisa membantu," tambahnya.

Di hadapan para kaum wanita yang menyaksikannya, Atiek mengatakan wanita yang bekerja dan tidak bekerja sama mulianya. Namun perempuan yang bekerja dirasa dapat membantu perekonomian keluarga.

"Sebetulnya, untuk perempuan itu bekerja atau tidak, sama mulainya. Satu mengurus anak, satu bekerja, tapi alangkah baiknya kita bisa tetap mengurus anak dengan baik tapi bisa bekerja, bisa bantu ekonomi keluarga juga," katanya.

Diakhir pembicaraannya, Atiek mengatakan wanita berkarir bukan suatu permasalahan karena peluang wanita bekerja sangat luas. Menurut Atiek saat ini yang harus dilakukan wanita pekerja adalah percaya diri untuk sukses dan maju.

"Kalau buat saya, wanita berkarir itu nggak ada masalah memang dan nggak ada batasnya. Karena saat ini peluang terbuka lebar untuk wanita berkarir, kita tidak pengecualian laki-laki diprioritaskan dari perempuan, karena kita sama haknya. Tinggal kita sebagai perempuan percaya diri atau tidak kita bisa sukses, bisa maju," pungkas Atiek.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com