Banjir di Malang Landa 5 Desa di 3 Kecamatan
Senin, 17 Okt 2005 19:03 WIB
Malang - Hujan deras yang melanda sebagian Kabupaten Malang Selatan, Jawa Timur sejak Minggu(16/10/2003) kemarin, mengakibatkan lima desa terendam air setinggi 40 cm dan puluhan hektar sawah siap panen rusak.Kelima desa yang terendam air antara lain Desa Sumber Tangkil, Desa Purwodadi, dan Desa Pujiharjo. Ketiganya terletak di Kecamatan Tirtoyudho. Kemudian Desa Lebak Harjo di Kecamatan Ampel Gading dan Desa Harjokuncaran di Kecamatan Sumber Manjing Wetan.Informasi yang berhasil dihimpun detikcom, hujan deras yang turun sejak Minggu (16/10/2005) pukul 18.00 WIB kemarin mengakibatkan Sungai Tundo yang terletak di Desa Puji Harjo meluap dan menjebol dua tanggul. Akibatnya 36 rumah, satu Puskesmas, dan satu Madrasah Tsanawiyah tergenang air setinggi 40 cm. Sedangkan 67 hektar sawah siap panen dan 80 hektar tanaman Cabe dipastikan gagal panen serta sekitar 650 ternak ayam mati.Selain itu,jalur lalu lintas sepanjang 12 kilometer di Desa Sumber Tangkil Kecamatan Tirtoyudho tertutup tanah longsor. Akibatnya arus lalu lintas di daerah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena batu berdiameter 1,25 meter menutup badan jalan.Emy Suranti Salah seorang petugas Kecamatan Ampel Gading saat ditemui detikcom mengatakan selain menggenangi puluhan rumah dan puluhan hektar sawah, satu rumah milik seorang warga di Desa Lebak Harjo rusak parah akibat tertimbun longsoran tanah. "Satu rumah milik warga RT 18 Desa Lebak Harjo tertimbun longsoran. Tidak ada korban jiwa akibatkejadian tersebut," jelasnya.Pantauan detikcom hingga saat ini, sebagian warga di Desa Purwodadi yang rumahnya masih digenangi air, terpaksa harus mengungsi di balai desa dan gedung-gedung sekolah.Hingga saat ini ratusan warga Desa Pujiharjo yang tinggal di sekitar Sungai Tundo masih diliputi kekhawatiran apabila hujan deras mengguyur kembali. Mereka khawatir banjir besar akan melanda daerah mereka seperti tahun-tahun sebelumnya.Sementara itu Pemerintah Kabupaten Malang sendiri saat ini sudah menurunkan tim penolong yang terdiri dari PMI, polisi, staf kecamatan serta personil dari TNI AD untuk membantu mengevakuasi warga.Dengan dibantu warga, tim penolong mulai membersihkan endapan lumpur dan batu-batu yang berada di tengah jalan. Untuk keperluan pembersihan areal ini, Pemkab Malang mengerahkan sejumlah peralatan berat.
(ddn/)











































