ADVERTISEMENT
detikNews
Jumat 19 Juli 2019, 17:51 WIB

Pembangunan Asrama Haji Mangkrak, Kemenag Aceh: Kami Sudah Minta Diusut

Agus Setyadi - detikNews
Pembangunan Asrama Haji Mangkrak, Kemenag Aceh: Kami Sudah Minta Diusut Foto: Asrama haji di Aceh belum rampung (Agus-detik)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Banda Aceh - Pembangunan gedung di kompleks Asrama Haji Aceh dengan anggaran Rp 10 miliar mangkrak sejak enam tahun lalu. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh M Daud Pakeh sudah meminta Kejati Aceh mengusut persoalan tersebut.

Menurut Daud, tim inspektorat jenderal (Irjen) Kemenag RI telah melakukan audit investigasi terhadap bangunan asrama tersebut pada 2015 lalu. Hasilnya, Irjen merekomendasikan agar dilakukan penilaian kelayakan oleh lembaga teknis.

"Karena terdapat hasil tes kelayakan yang dilakukan oleh tim ahli Irjen Kemenag RI bersama tim ahli dari laboratorium Fakultas Teknik Unsyiah, dan kedua lembaga ini mendapat hasil yang berimbang, bahwa ada beberapa titik kontruksi yang diragukan," kata Daud Pakeh kepada wartawan di Gedung Asrama Haji Aceh, Jumat (19/7/2019).



Pembangunan gedung terbengkalai tersebut dilakukan pada 2013 lalu. Saat itu, Daud belum menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Aceh. Menurutnya, setelah gedung tersebut terbengkalai cukup lama, dia kemudian melapor ke Menteri Agama melalui Sekjen.

Pelaporan tersebut dibuat saat anggota Komisi VIII DPR RI meninjau asrama ini beberapa waktu lalu. Bahkan dalam rapat dengar pendapat di komisi VIII, sebut Daud, pihak legislatif meminta ada pihak yang bertanggung jawab terhadap gedung tersebut lewat proses hukum.



"Selain itu, karena sudah banyak pihak yang bersuara, kami juga melapor ke Kajati Aceh untuk dilakukan pemeriksaan. Tujuannya supaya ada kepastian hukum, apakah gedung ini bermasalah dengan hukum atau tidak," ungkap Daud.

Namun beberapa waktu lalu, Kejati Aceh mengaku sudah mengentikan pengusutan kasus ini. Hal itu karena berdasarkan penyelidikan tim Kejati Aceh, gedung tersebut tidak bermasalah.

Kemenang Aceh, sebut Daud juga sudah berkoordinasi dan melaporkan ke Kemenag RI terkait pemberhentian kasus tersebut. Meski demikian, Daud mengaku belum menerima surat secara resmi dari Kejati terkait pemberhentian penyelidikan persoalan gedung itu.

"Makanya kami membutuhkan kepastian dari pihak Kejati Aceh yaitu pemberitahuan secara resmi melalui surat serta hasil uji coba dari Politeknis Lhokseumawe. Artinya bila gedung tersebut dilanjutkan dan nantinya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka ada pihak yang bertanggung jawab," bebernya.

Wakil Ketua Komisi VIII Marwan, mengatakan, pihak legislatif tidak akan merekomendasikan anggaran untuk pembangunan asrama haji di Aceh jika masalah bangunan terbengkalai itu belum tuntas. Padahal, jelasnya, Aceh masih membutuhkan beberapa bangunan untuk menampung jamaah haji.

"Padahal layanan untuk jamaah tidak memadai. Kalau kita lihat jamaah kasian juga," ungkap Marwan.

"Tapi karena persoalan ini belum selesai statusnya, komisi VIII tidak merekomendasikan lagi anggarannya," bebernya.




Tonton Video Asrama Haji Surabaya Tingkatkan Fasilitias Setara Hotel Berbintang:

[Gambas:Video 20detik]


(agse/rvk)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed