Kalla Diprotes Kalangan Ponpes
Senin, 17 Okt 2005 16:11 WIB
Solo - Lontaran Wapres Jusuf Kalla akan meniru gaya Orba dalam menangani kasus teror dengan membatasi gerak pondok pesantren (ponpes) disesalkan oleh kalangan pesantren di Jawa Tengah. Bahkan Direktur Pesantren Ngruki, Wahyuddin, secara terbuka mengimbau Kalla tidak terlalu menjilat pihak kepentingan.Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI/organisasi Ponpes beraliran NU) Jawa Tengah, KH Zaim Achmad Ma'shum, menilai pernyataan Jusuf Kalla itu tidak pantas disampaikan seorang pimpinan negara. Kalla, menurut dia, perlu memilih kata yang lebih tepat dalam membuat pernyataan untuk menghindari respons yang tidak perlu."Namun jika maksudnya memang ingin membatasi dan menekan pesantren maka beliau salah bertindak. Beliau harus berpikir ulang sebelum menjalankan rencana itu. Sebagai lembaga pendidikan tertua, dari dulu ponpes mengajarkan ilmu agama, lalu apanya yang akan dibatasi," kata dia kepada detikcom di Solo, Senin (17/10/2005).Gus Zaim mengatakan di Jateng terdapat 1.900 buah ponpes. 98% dari jumlah itu adalah pondok NU bergabung dalam RMI. Dia menjamin seluruh ponpes di bawah RMI di Jateng tidak memiliki persoalan secara aqidah, ideologi, maupun pilihan perjuangan."Kalau ada pesantren di luar RMI dianggap bermasalah, jangan lalu semua dipukul. Silakan Wapres membuat penilaian tetapi jangan melakukan generalisasi. Saya juga sangat tidak setuju dengan pendekatan represif. Seharusnya pemerintah melakukan pendampingan, bukan tekanan kekerasan," ujar pengasuh Ponpes Kauman, Lasem, Rembang, tersebut.Jangan Jadi PenjilatReaksi lebih keras diberikan oleh Wahyuddin, Direktur Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo. Dia menilai Jusuf Kalla telah menyakiti hati seluruh pengasuh pesantren di tanah air. Dengan nada tinggi, bahkan dia menantang Kalla untuk mendialogkan wacana yang dilontarkannya itu."Dia maunya apa sih? Apa maunya dengan memojokkan para kiai yang telah dengan tulus mengasuh anak didik belajar agama di masing-masing pesantrennya di seluruh Indonesia. Saya ingatkan kepadanya ya jangan terlalu dalamlah kalau mau menjilat," ketus Wahyuddin.Wahyuddin enggan menyebutkan siapa yang dimaksudnya akan dijilat Jusuf Kalla. Dia hanya mengatakan yang hendak dijilat adalah pihak yang selama ini memang telah berusaha untuk membatasi gerak pesantren seperti yang dilontarkan Kalla.Sedangkan tentang pernyataan Kalla bahwa pendekatan ala Orba yang akan kembali diterapkan Pemerintah pada ponpes dalam menangani kasus terorisme, Wahyuddin mengomentarinya dengan, "Kalau yang dikatakan saja sudah seburuk itu, apalagi dengan yang hanya direncanakan dalam hatinya."
(asy/)











































