Jadi Saksi Penembakan Polisi, Warga Poso Diteror

Jadi Saksi Penembakan Polisi, Warga Poso Diteror

- detikNews
Senin, 17 Okt 2005 15:30 WIB
Palu - Suasana tegang dan takut melingkupi warga Poso, Sulawesi Tengah, pasca penembakan Briptu Agus Sulaiman, Rabu (12/10/2005) lalu. Terlebih lagi mereka yang menjadi saksi atas kasus penembakan misterius itu, saat ini mereka terus menerus mendapat teror melalui telepon. Kekhawatiran warga Poso itu tentu saja beralasan. Tengoklah alasan Ahmad, sebut saja namanya begitu, warga Kelurahan Moengko, Poso Kota. "Sedangkan polisi bisa ditembak, apalagi warga yang memang tidak punya senjata," pikirnya.Bahkan, seperti yang dilaporkan Iskandar Lamuka, aktivis Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Poso, untuk salat tarawih pun warga mulai takut. "Untuk duduk-duduk di teras warga mulai takut. Warga bilang mereka merasa terancam dengan aksi penembak misterius yang mulai mengkhawatirkan itu," sebut Iskandar.Rumah para saksi penembakan polsi itu diteror melalui telepon. Ada suara lelaki yang menelepon dan mengancam mereka untuk tutup mulut jika ingin selamat. "Sampai sekarang kami selalu mengunci rumah karena takut akan menjadi sasaran pelaku penembak misterius," ungkap salah seorang saksi yang telah diperiksa diPolres Poso, Senin (17/10/2005). Target Penembak Misterius Yang kian mengkhawatirkan di tengah suasana Ramadan ini, kabar akan adanya target penembakan misterius makin meresahkan warga setempat. Salah satu target yang disebut-sebut adalah organisasi nonpemerintah dan aktivisnya yang getol menyorot korupsi dana bantuan pengungsi Poso.Bukan tanpa alasan, pada 28 April 2005 lalu kantor LPMS dan Pusat Resolusi Konflik dan Perdamaian (PRKP) Poso dibom oleh orang tak dikenal. Dua ornop ini dikenal rajin memrotes korupsi dana bantuan kemanusiaan di sana. Soal teror kepada para saksi sejumlah kasus kekerasan dan terorisme di Poso bukan cerita lagi. Tengoklah peristiwa penembakan Budianto Rabu, 3 Agustus 2005silam. Kemudian penembakan yang juga menewaskan Sarlito, Kamis, 4 Agustus 2005. Disusul oleh kasus penembakan yang menewaskan Asrin Ladjidji (35) padaKamis (29/9/2005) bulan lalu. Insiden ini disusul penembakan Milton Tado'a (51). Korban-korban yang tewas dihajar peluru penembak misterius ini adalah saksi sejumlah kasus kekerasan dan terorisme di Poso. Kahumas Polda Sulteng AKBP M Rais Adam mengakui hal itu. Semisal korban Budianto, menurut Rais, adalah saksi perampokan bendaharawan Kantor Bupati Poso pada Jumat, 1 April 2005 silam. Nah, sekarang apa upaya polisi melindungi saksi? (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads