Ketua DPR Tolak Pemberantasan Teroris Gaya Orba
Senin, 17 Okt 2005 13:53 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah meniru gaya Orba dalam menanggulangi terorisme membuat sejumlah pihak terkaget-kaget. Pilihan pemerintah dianggap bakal mematikan demokrasi yang baru saja dibangun."Karena itu kita menolak langkah pemerintah yang berencana menerapkan cara-cara Orba dalam menangani teroris," tegas Ketua DPR Agung Laksono dalam jumpa pers di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (17/10/2005).Menurut rekan Wapres Jusuf Kalla di Partai Golkar ini, lebih baik pemerintah meningkatkan fungsi intelijen yang dibantu dengan networking, serta cara kerja yang profesional ketimbang melirik cara-cara Orba. "Tapi jangan disertai pula dengan injak kaki seperti dulu," tandasnya.Semua koordinasi dalam penanggulangan terorisme, lanjut Agung, sebaiknya langsung dipimpin badan intelijen. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tidak menghidupkan lagi fungsi sospol TNI dalam menangani teroris."Jangan lagi mereka ikut-ikutan untuk menentukan pesantren atau sekolah mana yang harus ditutup. Jangan tiru langkah-langkah yang telah dilakukan Orba," tandas Agung.Seperti diberitakan, wacana menghidupkan lagi gaya Orba dalam penanggulangan terorisme keluar dari mulut Wapres Jusuf Kalla dalam acara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam pada 15 Oktober lalu. Langkah itu akan diambil setelah melihat perkembangan gerakan teroris di Indonesia."Pemerintah mau tidak mau harus mengambil langkah yang keras dan tegas, tidak ubahnya apa yang pernah dilaksanakan selama era Orde Baru," tegas Kalla saat itu.Ketum Partai Golkar ini berpendapat, maraknya gerakan radikal ini dipicu tergulingnya Presiden Soeharto. Sebab kebijakan Presiden Habibie yang membebaskan berkembangnya berbagai paham pemikiran dan aktivitas kelompok, membuat kelompok radikal ini kembali ke tanah air.
(umi/)











































